Hadapi Israel, Pelatih Irlandia Heimir Hallgrimsson: Kami Main Lawan Genosida!
DUBLIN, iNews.id – Pelatih Timnas Republik Irlandia Heimir Hallgrímsson menjadi sorotan setelah memberikan pernyataan terkait laga melawan Israel di UEFA Nations League 2026-2027. Dia mengatakan timnya tidak bermain bersama isu genosida, melainkan menghadapi persoalan tersebut.
Pertandingan Timnas Israel kontra Irlandia akan berlangsung di Debrecen, Hungaria, Minggu (27/9/2026) mendatang. Namun, duel kedua negara ini mendapat perhatian besar setelah muncul seruan dari sejumlah kelompok di Irlandia agar pertandingan diboikot.
Dalam pengumuman skuad pekan lalu, Hallgrímsson mengungkapkan sejumlah pemain Irlandia merasa tidak nyaman harus menghadapi Israel. Meski demikian, dia memastikan tim tetap menjalani pertandingan sesuai jadwal kompetisi.
"Kami tidak bermain dengan genosida, kami bermain melawan genosida," ujar Hallgrímsson, dikutip dari ESPN.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari Federasi Sepak Bola Israel (IFA). Melalui unggahan di media sosial, IFA memberikan kritik keras terhadap komentar pelatih asal Islandia tersebut.
IFA menilai pernyataan Hallgrímsson tidak tepat dan menyebut pelatih Timnas Irlandia tersebut telah menunjukkan sikap yang mereka anggap sebagai kemunafikan dan kebodohan.
"Kami telah berkontribusi kepada dunia dan kemanusiaan dalam berbagai bidang, serta meraih sejumlah penghargaan Nobel. Sayangnya, kami belum menemukan obat untuk kebodohan, ketidaktahuan, dan kemunafikan yang ditunjukkan oleh pelatih tim Irlandia," tulis IFA.
IFA juga menyampaikan respons lanjutan terkait komentar Hallgrímsson. Mereka menegaskan pertandingan sepak bola tidak seharusnya dibayangi oleh tudingan yang mereka persoalkan.
"Kami tidak bermain dengan ketidaktahuan, kemunafikan, dan kebodohan. Kami bermain melawan seorang pelatih yang menunjukkan hal tersebut," tulis Federasi Sepak Bola Israel.
Seruan Boikot Laga Israel vs Irlandia
Kontroversi laga Israel kontra Irlandia semakin berkembang setelah lebih dari 160 atlet olahraga Irlandia menandatangani surat terbuka dari kelompok Irish Sport for Palestine.
Mereka meminta Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) mempertimbangkan kembali keputusan untuk tetap memainkan pertandingan melawan Israel. Menurut kelompok tersebut, laga itu menjadi kesempatan bagi FAI untuk mengambil sikap.
"Ini adalah momen penting dan melalui momen ini Anda memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Tidak memainkan pertandingan ini adalah tindakan paling sportif yang bisa dilakukan," tulis surat tersebut.
FAI sebelumnya menyatakan tetap akan menjalani pertandingan melawan Israel meski keputusan itu diambil dengan berat hati. Selain laga di Hungaria, Irlandia juga dijadwalkan menghadapi Israel dalam pertandingan kandang di Serbia pada 4 Oktober.
FAI menyebut UEFA telah menolak permintaan agar Irlandia tidak bertemu Israel dalam undian kompetisi. Mereka juga menyatakan keputusan melanjutkan pertandingan diambil untuk menghindari dampak besar bagi sepak bola Irlandia.
Mantan pemain Timnas Irlandia Kevin Kilbane turut menyampaikan pandangannya terkait laga tersebut. Dalam tulisannya di Irish Times, dia menyatakan Irlandia seharusnya tidak menjalani pertandingan melawan Israel.
"Saya pikir Irlandia seharusnya tidak bermain melawan Israel. Tidak di Dublin, tidak di Hungaria, dan juga tidak dalam pertandingan kandang di Serbia," tulis Kilbane.










