Harga Cabai Rawit Nyaris Rp100.000 per Kg, Mendag Ungkap Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Harga cabai rawit nasional menembus Rp95.800 per kilogram (kg). Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut penyebab kenaikan harga cabai karena faktor cuaca, terutama musim panas.
"Kami sudah komunikasi, memang karena musim panas ini, ya," kata Budi Santoso dalam acara soft launching platform digital InaExport di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit tercatat mencapai Rp95.800 per kg.
Budi mengatakan kenaikan tidak terjadi pada seluruh jenis cabai. Harga cabai merah besar dan sejumlah jenis lainnya masih berada dalam kondisi normal, bahkan rata-rata di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kalau cabai yang lain, cabai merah besar dan segala macam, itu normal, malah rata-rata masih di bawah HET," sambung dia.Selain cabai, pemerintah juga memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan lainnya. Budi menyebut kondisi harga komoditas di Pasar Prambanan masih terkendali.
3 Juta Warga Terpapar Asap Kebakaran Hutan, Menkes Imbau Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar
"Kemarin kami juga ke pasar di Prambanan, ya. Komoditas harganya rata-rata bagus semua. Ya kemarin bawang merah, bawang putih, telur, ayam masih di bawah HET," sebut Budi.
Pemerintah berharap pergerakan harga pangan tetap berada dalam kondisi seimbang antara pasokan dan permintaan. Kondisi tersebut diperlukan agar kegiatan produksi tetap berjalan tanpa menambah beban bagi konsumen.
"Ya kita harapkan kan seperti itu, sehingga peternak bisa jalan, tetapi konsumen juga tidak dirugikan. Tapi kita terus komunikasi, ya, terkait dengan cabai rawit. Memang salah satu faktornya adalah karena musim panas," pungkasnya.










