Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

Terkini | inews | Selasa, 22 September 2026 - 13:56
share

MOSKOW, iNews.id - Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina sebagai pembalasan atas gempuran ribuan drone, sekitar 450 di antaranya diarahkan ke Ibu Kota Moskow pada akhir pekan lalu. Serangan Rusia pada Senin (21/9/2026) menghancurkan tiga pabrik baja terbesar Ukraina.

Tiga pabrik terbesar itu adalah Zaporozhstal, Kametstal, serta ArcelorMittal milik Prancis.

Pengamat militer yang juga mantan Kapten Angkatan Laut Rusia, Vasily Dandykin, mengatakan serangan terhadap tiga pabrik baja itu bisa melumpuhkan kemampuan Ukraina untuk memproduksi senjata dan amunisi secara mandiri. 

Menurut Dandykin, tanpa tanur tinggi, Ukraina tak memiliki besi kasar, baja, dan logam gulung. Tanpa bahan baku tersebut, Ukraina tidak bisa membuat sistem pelindung, laras senjata, atau lambung  kendaraan lapis baja.

"Menyerang tanur tinggi berarti menyerang seluruh rantai produksi militer," ujarnya, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (22/9/2026).

Untuk mengaktifkan kembali produksi tanur tinggi, butuh waktu bertahun-tahun bagi Ukraina, di samping tenaga ahli dan komponen.

Dandykin menambahkan, pabrik-pabrik baja itu sangat penting bagi Ukraina, oleh karena itu kini mereka harus mendatangkannya dari luar negeri.

"Hal itu berarti harus dibawa masuk melalui laut, di mana situasinya sangat buruk karena Rusia membombardir pelabuhan dan kapal yang digunakan memasok untuk pasukan Ukraina," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu jalannya pemilu majelis rendah Duma dengan meluncurkan sekitar 1.600 drone. Serangan tersebut menargetkan sasaran sipil.

"Sebagai tanggapan atas serangan rezim Kiev terhadap target sipil di Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan meningkatkan serangan presisi tinggi terhadap target militer di Kiev," bunyi pernyataan Kemhan Rusia.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan, serangan tersebut merupakan yang terbesar ke kotanya sejak Kremlin melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Dari sekitar 1.600 drone, sektar 450 di antaranya diarahkan langsung ke Moskow.

Sejumlah video memperlihatkan lubang besar pada gedung apartemen tinggi di pinggiran Moskow. Tayanyan lain menunjukkan kepulan asap hitam dari lokasi kilang minyak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji serangan tersebut dengan mengatakan serangan jarak jauh militernya memberikan dampak sangat signifikan terhadap Moskow.

Salah satu senjata yang digunakan adalah Pelican yang awalnya diduga sebagai rudal balistik jarak pendek, namun sejumlah sumber kemudian menyebutnya sebagai drone bersayap.

Ukraina juga menggunakan rudal jelajah Flamingo buatan untuk menyerang Moskow. Senjata jarak jauh tersebut sebelumnya telah digunakan untuk menyerang target jauh di dalam wilayah Rusia.

Topik Menarik