Kanselir Jerman Sindir Era Trump, Hubungan dengan AS Tak seperti Masa Kennedy dan Reagan

Kanselir Jerman Sindir Era Trump, Hubungan dengan AS Tak seperti Masa Kennedy dan Reagan

Terkini | inews | Selasa, 22 September 2026 - 10:42
share

BERLIN, iNews.id - Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Eropa berubah drastis dibandingkan era kepemimpinan presiden-presiden AS sebelumnya. Dia bahkan menyebut persahabatan transatlantik tanpa syarat yang dibangun sejak Perang Dunia II kemungkinan telah berakhir.

Merz secara khusus membandingkan situasi saat ini dengan hubungan Jerman-AS pada masa Presiden John F Kennedy dan Ronald Reagan. Menurut dia, perubahan sikap politik serta penilaian terhadap aliansi transatlantik terjadi di luar dugaan sebelumnya.

“Era persahabatan transatlantik tanpa syarat ini mungkin telah berakhir untuk masa mendatang,” kata Merz, seperti dikutip Bloomberg.

Pernyataan tersebut menggambarkan babak baru dalam hubungan Eropa dan AS di bawah pemerintahan Presiden Trump. Merz menilai kedekatan yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan kedua kawasan kini menghadapi perubahan.

Pernyataan Merz disampaikan hanya beberapa jam setelah dirinya berbicara melalui telepon dengan Trump. Dalam percakapan tersebut, keduanya justru menekankan hubungan khusus antara Jerman dan AS.

Trump dan Merz juga membahas sejumlah persoalan strategis, termasuk upaya Washington mengakhiri perang Rusia-Ukraina serta gangguan perdagangan di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Hubungan Berlin dan Washington belakangan mengalami dinamika panas-dingin. Ketegangan meningkat setelah Trump memuji kemenangan mengejutkan partai sayap kanan jauh Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam pemilu negara bagian pada awal September.

Kemenangan AfD sebagai partai oposisi pemerintah mengguncang tatanan politik Jerman sekaligus memicu seruan agar Merz mengundurkan diri.

Merz beberapa kali melontarkan pernyataan yang memicu respons dari pemerintahan Trump. Pada April lalu, dia mengatakan para negosiator perdamaian AS sedang dipermalukan oleh Iran.

Trump kemudian merespons dengan mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.

Topik Menarik