Arus Bawah Laut Kencang, Penyelam Basarnas Hanya Evakuasi 1 Korban KM Virgo Transport 8
JAKARTA, iNews.id - Tim penyelam Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hanya mampu mengevakuasi satu korban KM Virgo Transport 8 dari dalam air pada hari kedelapan pencarian, Minggu (20/9/2026). Kondisi ini dipicu arus bawah laut yang sangat kencang mencapai 2-3 knot.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, kondisi arus tersebut sangat berisiko bagi penyelam. Tim hanya dapat melakukan operasi ketika arus bawah laut dalam kondisi lebih tenang.
"Proses penyelaman juga ada kendala, karena arus bawah laut juga cukup kencang di atas 2-3 knot, ini batasan yang sangat berisiko bagi penyelam," ujar Sudayana, Minggu (20/9/2026).
Sudayana menambahkan, kondisi perairan yang tenang pada operasi hari kedelapan hanya berlangsung sekitar 45 menit. Waktu tersebut kemudian dimanfaatkan oleh BSG dan penyelam dari PT Jasalindo untuk melakukan evakuasi.
"Airnya teduh hanya beberapa menit, kurang lebih 45 menit itulah dimanfaatkan oleh BSG dan penyelam dari PT Jasalindo, waktunya sangat terbatas sehingga baru satu korban yang terevakuasi," tuturnya.
Kejagung Tegaskan Penetapan Tersangka TPPU Febrie Adriansyah Tak Harus Tunggu Korupsi Terbukti
Sudayana mengatakan, operasi penyelaman akan kembali dilanjutkan pada Senin (21/9/2026). Dia berharap kondisi perairan lebih tenang sehingga seluruh personel dan peralatan yang telah disiapkan dapat digunakan secara maksimal.
"Mudah-mudahan kita bersama berdoa, kondisi perairan, alam di daerah operasi bisa lebih teduh sehingga penyelam-penyelam kita dan peralatan yang kita siapkan bisa kita manfaatkan," ucapnya.
Sebelumnya, tim penyelam Basarnas kembali menemukan satu korban KM Virgo Transport 8 saat melakukan pencarian di dalam badan kapal pada Minggu (20/9/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 14.14 WITA. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Penemuan satu korban hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii.










