Transformasi Polytron dari Elektronik ke Kendaraan Ramah Lingkungan

Transformasi Polytron dari Elektronik ke Kendaraan Ramah Lingkungan

Otomotif | inews | Minggu, 20 September 2026 - 02:03
share

JAKARTA, iNews.id - Dari layar televisi yang mengisi ruang keluarga hingga kendaraan listrik yang melaju di jalan raya, Polytron menembus perubahan zaman lebih dari lima dekade. Evolusi tersebut menjadi bagian perjalanan Polytron menghadirkan teknologi yang terus bergerak beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.

Perusahaan yang berdiri di Kudus pada 1975 itu dikenal sebagai salah satu produsen elektronik rumah tangga di Indonesia. Portofolionya berkembang dari televisi, lemari es, mesin cuci dan perangkat audio hingga pendingin udara, oven listrik, dispenser, laptop dan monitor.

Polytron juga memperluas bisnis ke sektor kendaraan ramah lingkungan, Electric Vehicle (EV). Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan pengalaman panjang di bidang teknologi untuk menjawab perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dari Elektronik ke Kendaraan Listrik

Keputusan Polytron memasuki industri kendaraan listrik tidak terlepas dari pengalaman perusahaan dalam mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak elektronik. Kompetensi tersebut kemudian diaplikasikan pada teknologi kendaraan listrik, termasuk pengembangan sistem baterai dan berbagai fitur pendukung mobilitas.

Langkah awal dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik roda dua. Polytron menghadirkan sejumlah model seperti Fox-R, Fox-S, Fox-350 hingga Fox-200 yang menyasar kebutuhan mobilitas masyarakat, termasuk penggunaan di kawasan perkotaan.

Polytron juga menerapkan skema sewa baterai atau Battery-as-a-Service (BaaS) dengan garansi baterai seumur hidup. Skema tersebut ditujukan untuk menekan biaya awal kepemilikan kendaraan listrik.

Penggunaan motor listrik Polytron juga berkembang ke segmen korporasi atau business to business (B2B). Total penggunaan motor listrik Polytron saat ini disebut telah mendekati 70.000 unit.

Head of Group EV 2-Wheels Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan, kendaraan listrik Polytron tidak hanya digunakan konsumen individu, tetapi juga sejumlah perusahaan dan institusi.

"Penjualan motor listrik Polytron sampai saat ini sudah hampir 70.000. Selain masyarakat retail, individu, ada juga business to business," kata Ilman, Sabtu (19/9/2026).

Salah satu perusahaan yang menggunakan motor listrik Polytron adalah Rentokil. Perusahaan jasa pengendalian hama tersebut telah menggunakan sekitar 325 unit motor listrik Polytron.

Menurut Ilman, Rentokil sebelumnya melakukan pengujian terhadap sejumlah merek motor listrik sebelum menentukan pilihan.

Selain Rentokil, PT PLN (Persero) juga menggunakan sekitar 600 motor listrik Polytron untuk mendukung aktivitas operasional di sejumlah wilayah.

Ilman mengatakan penggunaan motor listrik dapat memberikan efisiensi biaya kendaraan operasional. "Bedanya dengan motor bensin, semakin jauh jarak tempuhnya, semakin hemat ketika menggunakan motor listrik," katanya.

Polytron kemudian memperluas langkahnya ke kendaraan roda empat. Momentum perayaan 50 tahun perjalanan perusahaan ditandai dengan masuknya Polytron ke pasar mobil listrik melalui Polytron G3 dan G3+.

Kendaraan tersebut dikembangkan dengan jarak tempuh hingga ratusan kilometer dan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang telah menyentuh 40 persen.

Perluas Ekosistem Teknologi

Transformasi Polytron tidak hanya terlihat dari masuknya perusahaan ke industri kendaraan listrik. Portofolio perusahaan kini mencakup berbagai perangkat yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari perangkat rumah tangga hingga teknologi pendukung produktivitas.

Polytron menggambarkan ekosistem tersebut melalui penggunaan AC, oven listrik, kendaraan listrik, laptop, monitor, televisi hingga perangkat audio dalam berbagai aktivitas konsumen.

General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan perjalanan lebih dari setengah abad tersebut tidak hanya ditopang kemampuan perusahaan untuk bertahan, tetapi juga kepercayaan konsumen yang terus dijaga melalui inovasi.

"Polytron adalah perusahaan elektronik nasional yang selama lebih dari 50 tahun tidak hanya bertahan, tetapi terus bertumbuh. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Indonesia bahwa kami paling memahami kebutuhan mereka," ujar Diantika.

Menurutnya, Polytron akan terus mengandalkan strategi 3i, yakni Invention, Innovation, dan Improvement, untuk menjaga relevansi produk di tengah perubahan karakter konsumen dan perkembangan teknologi.

"Melalui strategi 3i—Invention, Innovation, dan Improvement—dengan personalisasi produk yang relevan bagi setiap generasi, kami ingin terus menjadi bagian dari kisah hidup masyarakat Indonesia," katanya.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam perayaan ulang tahun ke-51 adalah AC Polytron Neuva Pro dengan fitur Voice Sense. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengoperasikan AC melalui perintah suara tanpa koneksi internet.

Perintah suara diproses secara offline sehingga pengoperasian tidak bergantung pada jaringan internet. Pengguna dapat memberikan perintah langsung kepada unit, termasuk "Hai Polytron", "Nyalakan AC", atau "Suhu Nyaman".

Semangat perjalanan tersebut dibawa Polytron dalam perayaan Polytron Fest 51st Anniversary yang digelar di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 19-20 September 2026. Mengusung tema apresiasi dan resiliensi, perayaan tersebut sekaligus menjadi panggung peluncuran kampanye "Bangga Karena Terus Melangkah".

Diantika mengungkapkan melalui kampanye tersebut Polytron ingin mengangkat semangat masyarakat yang terus bergerak menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Bagi Polytron, usia 51 tahun menjadi pijakan untuk terus mengembangkan produk, memperluas ekosistem teknologi serta menjalankan berbagai kegiatan sosial.

"Melalui festival, kampanye, dan program sosial, kami ingin memastikan bahwa kisah kebersamaan ini benar-benar hidup dalam bentuk nyata. Semoga semangat ini terus tumbuh, membawa optimisme, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah," ujarnya.

Perjalanan Polytron selama lebih dari lima dekade menunjukkan perubahan dari produsen elektronik menjadi perusahaan dengan portofolio mencakup perangkat rumah tangga, teknologi digital hingga kendaraan listrik. Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polytron menyesuaikan produk dengan perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi, termasuk dalam menghadapi pergeseran menuju mobilitas lebih ramah lingkungan.

Topik Menarik