Bukan cuma Soal Murah: Ini Alasan Sebenarnya Orang Pilih Mobil Bekas

Bukan cuma Soal Murah: Ini Alasan Sebenarnya Orang Pilih Mobil Bekas

Otomotif | sindonews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:01
share

Sebuah pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang berangkat dari Selandia Baru ke Antartika terpaksa berbalik arah pada hari Selasa karena peringatan aktivitas luar angkasa yang berpotensi berbahaya.

Pesawat C-17 Globemaster Amerika, menggunakan call sign (tanda panggil) ICE28, awalnya lepas landas dari Christchurch, Selandia Baru, sekitar pukul 09.00 waktu setempat tetapi kembali ke Christchurch kurang dari tiga jam kemudian karena Notice to Airmen (NOTAM) yang dikirim oleh Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru (CAA).

Baca Juga: AS Bicara Kemungkinan Perang Nuklir, Sebut Rusia dan China Lawan Setara

Seorang juru bicara CAA mengatakan kepada The Hill bahwa mereka diberitahu tentang potensi aktivitas berbahaya oleh perusahaan manajemen lalu lintas udara negara Rusia. “Yang mengakibatkan diterbitkannya NOTAM yang memberitahukan pilot tentang bahaya tersebut," katanya.

Pada hari Rabu (19/8/2026), juru bicara tersebut mengungkapkan bahwa mereka diberitahu oleh Rusia tentang rencana peluncuran rudal.

“[Kami] diberitahu oleh badan lalu lintas udara Rusia mengenai rencana peluncuran rudal dan potensi bahaya terkait terhadap wilayah udara internasional, di dalam Wilayah Informasi Penerbangan Kelautan (FIR) Selandia Baru,” kata CAA di situs webnya.Wilayah tersebut adalah apa yang digambarkan CAA di situs webnya sebagai wilayah udara di atas laut lepas yang dikelola Selandia Baru berdasarkan perjanjian navigasi udara regional Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

FIR mencakup wilayah seluas 30 juta kilometer persegi yang sebagian besar merupakan perairan internasional, menurut otoritas manajemen lalu lintas udara Selandia Baru, yang mencakup Samudra Pasifik Selatan, Samudra Selatan, dan Laut Tasman.

“Kami menempatkan area bahaya dan mengeluarkan NOTAM untuk memperingatkan operator pesawat akan potensi bahaya. Hal ini tidak menghalangi pesawat untuk terbang melalui area tersebut, operator mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia,” lanjut badan tersebut.

Penerbangan tersebut dijadwalkan sebagai bagian dari musim penerbangan musim dingin Angkatan Udara AS, yang mengangkut peneliti dan peralatan yang diperlukan ke Antartika sebelum musim penelitian musim panas dimulai di wilayah tersebut.

Pesawat C-17 Globemaster merupakan salah satu penerbangan yang dijadwalkan setiap tahun untuk terbang antara Christchurch dan pangkalan penelitian AS dan Selandia Baru di Antartika.

Topik Menarik