Prabowo Tegaskan Komitmen Hapus Kemiskinan: Saya Akan Berjuang Sekeras-kerasnya

Prabowo Tegaskan Komitmen Hapus Kemiskinan: Saya Akan Berjuang Sekeras-kerasnya

Terkini | inews | Sabtu, 19 September 2026 - 18:35
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang kelaparan maupun kekurangan gizi. Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah dan lahan subur. 

Karena itu, menurutnya, tidak seharusnya masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

“Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan di Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Prabowo, perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan juga harus diberikan kepada anak-anak Indonesia. Dia menegaskan tidak boleh ada anak yang mengalami kekurangan gizi maupun berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar.

“Saya ingin anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi,” ucapnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus berupaya mengatasi kemiskinan di Indonesia. Dia menyatakan komitmennya untuk bekerja keras agar kemiskinan dapat dihapus dari Tanah Air.

“Karena itu saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan untuk sejumlah komoditas. Menurutnya, kemampuan memproduksi kebutuhan pangan sendiri menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kemandirian bangsa.

“Dan alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,” tuturnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Dia mengatakan Indonesia tidak boleh menggantungkan kebutuhan pokok kepada negara lain maupun berharap belas kasihan dari bangsa lain.

“Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” ujarnya.

Topik Menarik