Virus Influenza A Bisa Menyebar Sebelum Anak Dinyatakan Positif, Begini Pencegahannya

Virus Influenza A Bisa Menyebar Sebelum Anak Dinyatakan Positif, Begini Pencegahannya

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 19 September 2026 - 02:15
share

JAKARTA, iNews.id - Influenza A pada anak dapat menular kepada orang di sekitarnya bahkan sebelum anak menyadari dirinya sedang sakit atau dinyatakan positif. Kondisi ini membuat orang tua perlu memahami cara penularan dan langkah pencegahannya.

Dokter Spesialis Anak, dr Ardi Santoso, menjelaskan Influenza A bukan sekadar flu atau pilek biasa. Penyakit tersebut dapat muncul secara mendadak dengan sejumlah gejala, seperti demam tinggi, batuk berat, sakit kepala, pegal dan nyeri otot, menggigil hingga lemas.

Anak juga dapat mengalami sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat. Pada anak kecil, muntah dan diare juga bisa terjadi.

Menurut dr Ardi, penularan Influenza A terjadi melalui partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi saat batuk, bersin atau berbicara. Penularan dapat berlangsung sejak awal infeksi sehingga seseorang bisa menularkan virus sebelum mengetahui dirinya terinfeksi.

"Jadi tidak aneh bila satu anak sakit, lalu anggota keluarga lain menyusul," katanya.

Sebab itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak ketika mulai muncul gejala yang mengarah pada influenza. Anak yang sedang sakit sebaiknya mengurangi kontak dekat dengan orang lain dan tetap berada di rumah atau tempat perawatan.

Langkah pencegahan juga dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk dan bersin serta menggunakan masker ketika diperlukan. Ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan juga perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko penularan.

Meski gejala dapat mengarah pada Influenza A, dr Ardi mengingatkan pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi. Gejala influenza dapat menyerupai penyakit akibat virus pernapasan lainnya sehingga gejala saja tidak selalu cukup untuk memastikan diagnosis.

"Tapi ingat, gejala saja tidak selalu memastikan penyebabnya butuh PCR. Influenza dan virus pernapasan lain bisa sangat mirip," katanya.

Sebagian besar influenza tanpa komplikasi dapat sembuh dalam waktu sekitar tiga hingga tujuh hari. Namun, batuk dan rasa lelah masih dapat bertahan lebih dari dua minggu pada sebagian pasien meski demam sudah menghilang.

Orang tua juga perlu mengenali tanda bahaya pada anak. Sesak atau dada tertarik saat bernapas, bibir dan kulit tampak kebiruan, tanda dehidrasi, sulit dibangunkan, kejang, serta demam dan batuk yang sempat membaik kemudian kembali memburuk perlu segera mendapat perhatian medis.

dr Ardi juga mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza setiap tahun. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan vaksin influenza bagi anak usia enam bulan ke atas yang tidak memiliki kontraindikasi.

"Jangan lupa vaksin influenza setiap tahun — AAP merekomendasikan untuk semua anak usia ≥6 bulan tanpa kontraindikasi. Influenza bukan sekadar batuk-pilek biasa. Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan tahu kapan anak harus diperiksa," katanya.

Topik Menarik