Dokter Bongkar Alasan Orang Indonesia Berobat Kanker di Singapura, Ternyata Karena Ini!
JAKARTA, iNews.id - Akses terhadap obat kanker terbaru (new drugs) menjadi salah satu alasan pasien dari Indonesia memilih menjalani pengobatan kanker di Singapura. Hal tersebut disampaikan Konsultan Senior Onkologi Medis OncoCare Cancer Centre Singapore dr Kevin Tay.
Menurut dr Kevin Tay, persoalan pasien kanker yang berobat ke luar negeri tidak semata-mata berkaitan dengan kualitas dokter. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan adalah ketersediaan dan kecepatan akses terhadap obat-obatan kanker terbaru.
"Saya pikir masalahnya bukan di dokter, tapi juga di akses ke new drugs. Jadi akses ke new drugs itu lebih cepat di Singapura," ujar dr Kevin saat ditemui iNews.id di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).
Dia mengatakan, kondisi tersebut membuat pasien dari Indonesia maupun wilayah lain datang ke Singapura untuk mendapatkan terapi terbaru yang dianggap sesuai dengan kondisi penyakit mereka.
"Dan sebab itulah kami bisa mendapatkannya lebih cepat. Dan itulah sebabnya pasien tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, mereka terbang untuk mendapatkan new drugs ini," katanya.
Selain karena 'new drug', teknologi yang ada di Singapura dinilai memungkinkan untuk mencapai hasil terapi yang maksimal.
Ahli Onkologi Radiasi Asian Alliance Radiation & Oncology dr Jonathan Teh, menjelaskan teknologi dalam terapi radiasi memungkinkan dokter mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan pendekatan pengobatan.
"Terapi radiasi saat ini sangat dipersonalisasi. Kami mempertimbangkan lokasi dan ukuran tumor, organ sehat di sekitarnya, tujuan pengobatan, dan bagaimana radiasi harus diintegrasikan dengan pengobatan lainnya. Itulah mengapa komunikasi lintas spesialisasi sangat penting ketika merencanakan pengobatan untuk setiap pasien," kata dr Jonathan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berkaitan dengan munculnya alat atau obat baru. Teknologi juga memungkinkan dokter menyusun terapi secara lebih spesifik berdasarkan kondisi masing-masing pasien.









