Prabowo Kutip Ayat Alquran saat Cerita Difitnah Pakar: Lebih Kejam dari Pembunuhan!

Prabowo Kutip Ayat Alquran saat Cerita Difitnah Pakar: Lebih Kejam dari Pembunuhan!

Terkini | inews | Jum'at, 18 September 2026 - 23:44
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejumlah pakar yang dinilainya telah menyampaikan kritik hingga berubah menjadi fitnah. Prabowo kemudian mengutip Surat Al-Baqarah ayat 191 untuk merespons hal tersebut.

“PAN kan juga ada basis agamis, kalau tidak salah ada hadits yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ada ya? Ada? Surat Al-Baqarah ayat 191, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," ujar Prabowo dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dia menyinggung sejumlah pakar yang dinilainya telah melontarkan fitnah. Dia pun memilih memaafkan jika pakar-pakar tersebut menyadari kesalahan.

"Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah, tapi sudahlah kita bangsa yang besar bangsa yang kuat, saya mencatat saja, kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur, itu namanya kejujuran intelektual, intelektual honesty, apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain,” ujar dia

Prabowo menegaskan ingin menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang makmur. Dia juga menyatakan tidak ingin ada rakyat Indonesia yang kelaparan.

“Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya di sumpah saya siap waktu itu, 18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia, tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit,” tutur Prabowo.

Dia juga menegaskan tidak ingin ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah dalam kondisi kelaparan maupun kekurangan gizi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat anak-anak Indonesia kesulitan bersaing dengan bangsa lain.

“Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan, tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin melihat itu,” katanya.

Prabowo kemudian kembali menyinggung para pakar yang menyampaikan kritik terhadapnya. Dia mengatakan tidak mempermasalahkan kritik, namun melontarkan sindiran kepada pakar yang dianggapnya terlalu pintar.

“Itu bukan sumpah saya, saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya, terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya, jadi goblok,” kata dia.

Topik Menarik