Miris! Keluarga Tukang Becak di Tuban Masuk Desil 6, Bantuan Sosial Terancam Hilang

Miris! Keluarga Tukang Becak di Tuban Masuk Desil 6, Bantuan Sosial Terancam Hilang

Nasional | inews | Selasa, 15 September 2026 - 00:30
share

TUBAN, iNews.id - Nasib menyedihkan dialami keluarga Rusmiati, warga Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Di tengah kondisi ekonomi serba terbatas, keluarga ini justru tercatat masuk desil 6 dalam data sosial ekonomi.

Status tersebut membuat Rusmiati kaget sekaligus khawatir. Sebab, keluarga yang sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan suaminya sebagai tukang becak itu merasa tidak tergolong keluarga mampu.

Keluarga Rusmiati tinggal dalam rumah berukuran sekitar 3x6 meter persegi yang juga bukan rumah pribadi. Bangunan tersebut didapat dari bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah.

Rumah sederhana tersebut hanya memiliki satu kamar dan satu kamar mandi. Di tempat inilah Rusmiati tinggal bersama suaminya, Sukri (64), serta anak mereka yang masih berusia 11 tahun.

Di usia yang mulai renta, Sukri masih harus bekerja sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, penghasilannya tidak menentu.

Dalam sehari, Sukri hanya memperoleh sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000. Penghasilan tersebut bahkan kerap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan biaya sekolah anak.

Sementara Rusmiati tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehari-hari dia menjadi ibu rumah tangga sekaligus merawat beberapa ekor ayam di pekarangan rumah.

Keluarga ini juga mengaku tidak memiliki aset bernilai jual. Mereka tidak mempunyai sawah maupun hewan ternak besar seperti sapi.

Kondisi tersebut membuat Rusmiati berharap masih bisa mendapatkan bantuan pemerintah. Namun, harapan itu justru pupus ketika dia mengecek status keluarganya dalam data sosial ekonomi.

"Kami kaget kenapa tercatat dalam desil 6," ujarnya, Senin (14/9/2026).

Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, Rusmiati mengaku kaget ketika mengetahui status tersebut. Dia bahkan menceritakan penghasilan suaminya sebagai tukang becak yang tidak menentu, sementara bantuan dari desa yang diterima juga sangat terbatas.

Rusmiati berharap pemerintah dapat kembali memeriksa kondisi keluarganya. Dia khawatir kesalahan atau perubahan data tersebut justru membuat keluarganya kehilangan akses terhadap bantuan yang sangat dibutuhkan.

Fenomena serupa juga dibenarkan Pemerintah Desa Pongpongan. Kasi Kesra Desa Pongpongan Kiswanto mengatakan terdapat sejumlah warga yang mengalami perubahan golongan desil sehingga tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan.

Kondisi tersebut membuat keluarga Rusmiati hanya bisa berharap adanya perbaikan data dari pemerintah. Bagi keluarga dengan penghasilan yang tidak menentu, bantuan sosial menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini, mereka berharap kondisi sebenarnya di lapangan dapat menjadi pertimbangan dalam pendataan ulang, agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

Topik Menarik