352 Siswa Keracunan usai Santap MBG, Pimpinan DPR: Harus Diusut Menyeluruh!
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 352 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/9/2026). Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meminta kejadian tersebut diusut secara menyeluruh dan menjadi perhatian serius.
Sari menilai keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG. Dia meminta penyebab kejadian tersebut segera ditelusuri secara menyeluruh.
“Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh,” kata Sari dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Sari menilai Badan Gizi Nasional (BGN) perlu mengevaluasi pelaksanaan program MBG di lapangan. Evaluasi juga harus mencakup kepatuhan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Jika pemeriksaan menemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, dia meminta sanksi tegas diberikan sesuai ketentuan.
Penerimaan Pajak Tumbuh 23 Persen hingga Juli, Purbaya: Masih Aman untuk Capai Target 2026
“Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain,” tegasnya.
Sari memastikan DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah.
“DPR akan proaktif mengawasi kinerja BGN dan SPPG melalui instrumen pengawasan yang dimiliki DPR. Kita juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Sari, keberhasilan program MBG tidak hanya dilihat dari jumlah penerima manfaat. Kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada siswa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
“Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” kata Sari.










