Cerita Trump Diminta Menkeu AS Tunda Serang Iran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menceritakan Menteri Keuangan (Menkeu) Scott Bessent memintanya untuk menunda serangan ke Iran. Namun permintaan itu ditolak Trump.
"Scott, yang merupakan pakar keuangan hebat, bilang kepada saya: 'Pak, apa kemungkinan waktu yang memungkinkan kita untuk melakukannya (serangan) nanti, mungkinkah, Pak? Anda kira bisa menunda ini (serangan) beberapa waktu, Pak?'," kata Trump, mengutip permintaan Bessent, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (12/9/2026).
Kisah tersebut diungkapkan Trump saat menyampaikan pidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Rabu (9/9/2026) waktu setempat di Dallas.
Trump kemudian menjawab permintaan Bessent itu dengan tidak mungkin menunda serangan.
"Saya bilang tidak, karena jika kita tidak menyerang mereka (Iran) saat itu, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu sebulan," kata Trump, tanpa menyebut secara spesifik waktu serangan terhadap Iran.
Namun AS, bersama Israel, memulai serangan terhdaap Iran pada 28 Februari 2026.
Di periode tersebut, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yakni pada 17 Juni. Kedua negara meneken Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang menyepakati gencatan senjata selama setidaknya 60 hari. Namun usia gencatan senjata tak sampai sebulan, AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
AS kemudian meningkatkan tekanan dengan memberlakukan sanksi, melalui perang ekonomi yang mengisolasi Iran dari keuangan dan perdagangan global.










