Speedboat Dipastikan Layak Berlayar, Tim SAR Terus Cari Keberadaan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Speedboat Dipastikan Layak Berlayar, Tim SAR Terus Cari Keberadaan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Terkini | inews | Rabu, 9 September 2026 - 19:47
share

PANDEGLANG, iNews.id — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan penumpang speedboat, termasuk lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, terus dioptimalkan oleh tim gabungan.

Di tengah proses pencarian yang memasuki hari kedua, pihak pengelola memastikan bahwa kapal yang digunakan rombongan dalam kondisi sangat layak laut serta dikemudikan oleh nakhoda berpengalaman.

Kapal yang membawa lima jurnalis bersama pemandu dan anak buah kapal (ABK) tersebut bertolak dari kawasan Pantai Carita, Pandeglang, menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin siang.

Berdasarkan keterangan pengelola, armada kapal tersebut sudah terbiasa melayani rute perjalanan wisata dan peliputan ke kawasan Krakatau hingga Ujung Kulon. Sebelum mengantar rombongan media, kapal bahkan baru saja menyelesaikan perjalanan serupa dengan kondisi mesin serta lambung kapal yang prima.

Namun, komunikasi terakhir dengan pemandu kapal, Heryanto alias Bonsai, terputus sekitar pukul 18.20 WIB pada hari yang sama. Sebelum hilang kontak, Heryanto sempat mengirimkan foto erupsi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya sembari mengabarkan bahwa situasi di sekitar lokasi masih dalam batas aman. Setelah pesan tersebut terkirim, aplikasi pesan singkat pemandu tersebut tidak lagi dapat dihubungi.

Guna melacak keberadaan para korban, tim SAR gabungan dari Basarnas Banten dan Lampung, Polairud Polda Banten, TNI AL, serta Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan sejumlah kapal patroli utama dan armada pendukung.

Pihak Baharkam Polri turut menerjunkan KP Sanjaya 7017 dari Serang untuk menyisir titik koordinat perairan Pulau Sebesi, Pulau Sertung, Pulau Rakata, hingga wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau. Tak hanya penyisiran laut, penggunaan drone termal dan penyisiran darat oleh warga pesisir Pulau Sebesi juga dilakukan secara intensif.

Proses pencarian di lapangan memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi mengingat Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Meskipun durasi erupsi utama dilaporkan telah mereda, potensi bahaya berupa lontaran material pijar dan gelombang laut tetap menjadi pertimbangan utama tim SAR dalam menentukan jarak aman penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Topik Menarik