Klarifikasi Mengejutkan Doktif usai Dituduh Hina Orang Kalimantan, Ini Pernyataannya!
JAKARTA, iNews.id - Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) buka suara setelah dirinya dituding menghina masyarakat Kalimantan melalui pernyataannya saat melakukan siaran langsung di TikTok.
Potongan video live Doktif sebelumnya dibagikan pengusaha Fitri Salhuteru melalui akun Instagram @fs.salhuteru. Dalam video tersebut, Doktif sempat menyinggung perjalanan Fitri ke Kalimantan dan menyebut istilah 'orang utan'.
Ucapan tersebut kemudian membuat Fitri geram. Dia menilai pernyataan Doktif telah menyinggung masyarakat Kalimantan.
Namun, Doktif memberikan penjelasan mengenai maksud ucapannya. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud menghina orang Kalimantan.
"Orang Doktif nggak pernah ngatain orang Kalimantan kok, orang Doktif ngatain Nepos. Nepos ke Kalimantan," kata Doktif dalam potongan video yang beredar, dikutip Rabu (9/9/2026).
Pernyataan itu menjadi respons Doktif terhadap tudingan bahwa dirinya telah menyamakan masyarakat Kalimantan dengan orang utan.
Berawal dari Sindiran kepada Fitri Salhuteru
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 35: Tangisan Kenzo Membuat Arumi Tak Kuasa Menahan Haru
Dalam video tersebut, Doktif awalnya mempertanyakan alasan Fitri pergi ke Kalimantan.
"Ngapain kamu pergi ke Kalimantan Pos? Kenapa? Kamu mau nemenin Orang Utan yang pingsan? Kamu mau ngasih napas buatan?" ujar Doktif.
Tak berhenti di situ, Doktif kembali melontarkan sindiran mengenai perjalanan Fitri.
"Ngapain kamu ke Kalimantan? Kamu ngemis-ngemis minta bantuan ya? Dia lagi mau berkumpul sama Orang Utan. Hanya Orangutan yang ditolong sama dia," lanjutnya.
Potongan ucapan inilah yang kemudian dibagikan Fitri dan menjadi sorotan di media sosial.
Fitri menilai ucapan tersebut sudah keterlaluan. Dia bahkan mengaitkannya dengan kondisi masyarakat Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan serta mengalami gangguan pernapasan akibat asap.
"Parah kau peng. Masyarakat Kalimantan mana suaranya yang dikatain si Samira orang utan alih-alih prihatin," tulis Fitri.
Dia juga mempertanyakan sikap Doktif yang merupakan seorang dokter ketika membahas masyarakat yang mengalami sesak napas akibat paparan asap.
"Bagi kalian yang sesak dampak kebakaran seolah jadi hal sepele dari mulut yang katanya dokter," kecam Fitri.
Doktif Tegaskan Bukan Masyarakat Kalimantan yang Dimaksud
Di tengah polemik tersebut, Doktif memberikan klarifikasi. Dia menegaskan bahwa penyebutan orang utan dalam ucapannya tidak ditujukan kepada masyarakat Kalimantan.
Doktif menyebut ucapannya merupakan sindiran kepada Fitri. "Orang Doktif nggak pernah ngatain orang Kalimantan kok," tegasnya.
Klarifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam polemik yang kini ramai diperbincangkan warganet. Pasalnya, tudingan penghinaan terhadap masyarakat Kalimantan muncul setelah potongan pernyataan Doktif beredar di media sosial.
Sementara itu, Fitri tetap menunjukkan kemarahannya dan menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan adab dalam berbicara di ruang publik.
"Karena bagi peng, kehormatan bukan soal gelar, melainkan soal adab," tulis Fitri.
Fitri juga memberikan peringatan keras kepada Doktif agar tidak kembali membuat pernyataan yang dapat memancing persoalan.
"Baru saja tak kasih napas gak tak lindes kau peng. Ada lagi ulah kau," tandasnya.
Hingga kini, polemik antara Fitri Salhuteru dan Doktif masih menjadi perhatian di media sosial. Adapun berdasarkan potongan video yang dibagikan, Doktif telah memberikan klarifikasi bahwa pernyataannya ditujukan kepada Fitri, bukan kepada masyarakat Kalimantan secara keseluruhan.










