Pencarian Jurnalis iNews dan 7 Orang di Sekitar Anak Krakatau Dilanjutkan Pagi Ini
JAKARTA, iNews.id - Tim gabungan melanjutkan pencarian jurnalis iNews Yudistiro Pranoto dan tujuh orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten. Operasi pencarian sempat dihentikan karena kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi, angin kencang, dan jarak pandang terbatas.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, tim gabungan telah melakukan pencarian setelah menerima laporan hilangnya kapal cepat yang membawa rombongan tersebut.
"Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu," kata Hengki dalam keterangannya dikutip, Rabu (9/9/2026).
Hengki menambahkan, pencarian dihentikan sementara pada Selasa malam karena kondisi perairan dinilai membahayakan keselamatan tim. Operasi akan kembali dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan di lapangan.
"Tim juga sudah terpadu dari Basarnas maupun dari Polair, tadi sudah mencari, tapi belum dapat karena dihentikan oleh cuaca gelap, sudah malam hari, menjelang malam hari maupun ombaknya agak besar, angin, dan ada angin kencang," tuturnya.
Dia memastikan seluruh unsur yang terlibat akan terus berkoordinasi untuk menemukan keberadaan rombongan tersebut.
"Terpadu dengan tim Basarnas, Polair, Polda, semua bahu-membahu untuk mencari keberadaan mereka," ucapnya.
Hengki juga meminta setiap informasi terbaru terkait keberadaan rombongan segera dikoordinasikan agar pencarian dapat dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.
Direktur Polairud Polda Banten Kombes Eko Hartanto mengatakan, pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pagi dengan melibatkan kapal Basarnas dan unsur terkait lainnya.
Menurut Eko, kapal Basarnas dengan panjang sekitar 40 meter akan digunakan dalam operasi pencarian karena dinilai lebih memadai untuk menghadapi kondisi perairan.
"Kalau itu, mumpuni untuk melakukan pencarian dan radius," kata Eko.
Tim gabungan sebelumnya melakukan pencarian hingga sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, pencarian terkendala jarak pandang yang hanya sekitar satu mil, gelombang tinggi, serta aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Jarak pandang satu mil saja. Ada erupsi, gelombang juga tinggi," ujarnya.
Jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, diketahui hilang kontak setelah berangkat menggunakan speedboat dari wilayah Anyer menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Empat jurnalis lain yang berangkat bersamanya yakni Muhammad Bagus Khoirunas, fotografer Antara; Arie Basuki, wartawan Merdeka; Daus, wartawan Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.
Komunikasi terakhir diketahui sempat terjalin dengan Muhammad Bagus Khoirunas, fotografer Antara, sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah komunikasi tersebut, rombongan kapal yang membawa 8 orang, termasuk 5 jurnalis, 1 nakhoda, 1 anak buah kapal (ABK) dan 1 guide itu, tidak lagi dapat dihubungi. Kondisi ini kemudian dilaporkan kepada tim SAR.
Hingga kini, tim SAR masih melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengetahui keberadaan kapal tersebut.










