Thailand Deportasi Warga Prancis Cekcok dengan Turis Israel, Sempat Kibarkan Bendera Palestina
BANGKOK, iNews.id - Pemerintah Thailand, Senin (7/9/2026), mendeportasi Kevin Dimino, seorang warga Prancis pemilik kebun binatang di Koh Samui yang melarang masuk pengunjung Israel.
Keputusan itu diambil beberapa hari setelah pemerintah Thailand mengeluarkan perintah serupa untuk seorang warga Israel yang mengancam sang pemilik kebun binatang.
Dimino, pemilik Samui Exotic Park, dituduh mengancam, melecehkan, dan melakukan kekerasan fisik terhadap warga Israel tersebut, demikian isi surat perintah deportasi yang ditandatangani Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.
Perilakunya dianggap melanggar ketertiban umum, moral, dan kesejahteraan umum. Dia juga dikenakan denda 5.000 baht oleh pengadilan setempat karena melanggar undang-undang tentang penggunaan jalan dan kendaraan.
Pemerintah, pada 4 September, juga mengeluarkan perintah serupa terhadap warga Israel, Yaacov Ohayon. Dia juga dijatuhi hukuman percobaan 15 hari penjara dan didenda 5.000 baht karena mengancam yang menyebabkan ketakutan atau kepanikan.
Dimino, bersama istrinya warga Thailand, mengatakan pada Agustus, dia mengibarkan bendera Palestina sebagai respons atas perilaku buruk beberapa turis Israel.
Dia menjadi viral setelah bertengkar dengan satu keluarga Israel yang terekam kamera video. Ancaman para turis Israel ditanggapi Dimino dengan melontarkan pernyataan anti-Semit.
Menurut Dimino, Ohayon lah yang mulai berulah. Meski demikian Dimino masih bisa mengajukan banding atas perintah deportasi tersebut.
Perintah deportasi itu dikeluarkan setelah pemerintah Thailand menerbitkan peraturan baru tentang kapan warga asing bisa diusir, di tengah peningkatan pengawasan terhadap perilaku wisatawan.
“Kami menginginkan para turis, ketika mereka datang, mereka harus menghormati hukum kami, rakyat Thailand, dan adat istiadat serta tradisi kami,” kata Anutin.
“Kami berhak memerintahkan mereka untuk meninggalkan negara ini jika melakukan sesuatu yang tidak pantas,” ujarnya, menambahkan.
Ekonomi Thailand bergantung pada pariwisata, namun insiden perilaku buruk oleh turis asing memicu perdebatan publik.








