Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Laut Merak-Bakauheni Aman?

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Laut Merak-Bakauheni Aman?

Terkini | inews | Minggu, 6 September 2026 - 11:18
share

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau belum mengganggu layanan penyeberangan Merak-Bakauheni. Kementerian Perhubungan memastikan kapal pada lintasan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra tersebut masih beroperasi normal dengan tetap mengedepankan keselamatan pelayaran.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menyatakan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.

"Adapun saat ini layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan keselamatan pelayaran," kata Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Meski layanan penyeberangan tetap berjalan, Kemenhub memberlakukan pembatasan bagi kapal yang berlayar di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif selama status Level III (Siaga) masih berlaku.

Kemenhub meminta seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, hingga gangguan terhadap keselamatan navigasi.

Nakhoda juga diwajibkan memantau informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi pemerintah terkait.

Dalam perencanaan pelayaran, nakhoda diminta mempertimbangkan kondisi cuaca dan arah sebaran abu vulkanik. Jika ditemukan indikasi bahaya yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, nakhoda diminta segera menghindar dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, syahbandar terdekat atau instansi terkait.

Kemenhub juga memastikan pengawasan terhadap lalu lintas kapal di Selat Sunda terus dilakukan. KSOP Kelas I Banten bersama KSOP Kelas IV Bakauheni melakukan koordinasi dan pemantauan kondisi pelayaran guna memastikan keselamatan, keamanan dan kelancaran transportasi laut tetap terjaga.

Topik Menarik