Kemenkes Aktifkan Health Emergency Operating Center di Daerah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kemenkes Aktifkan Health Emergency Operating Center di Daerah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Terkini | inews | Minggu, 6 September 2026 - 11:08
share

JAKARTA, iNews.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) di seluruh daerah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pemantauan dan koordinasi terkait kondisi kesehatan masyarakat di tengah paparan abu vulkanik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pengaktifan pusat operasi tersebut menjadi bagian dari respons Kemenkes terhadap situasi kesehatan pascaerupsi. Pemantauan dilakukan bersama dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Budi dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Menurut Budi, koordinasi dengan dinas kesehatan daerah akan dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Langkah tersebut penting mengingat abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Kemenkes Pantau Dampak Abu Vulkanik

Selain mengaktifkan HEOC, Kemenkes juga menyiapkan fasilitas kesehatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Untuk keluhan pada saluran pernapasan, sejumlah fasilitas kesehatan telah disiapkan dengan peralatan seperti nebulizer dan oksigen konsentrator.

Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik diminta segera mendatangi Puskesmas terdekat.

Kemenkes juga menyiapkan obat tetes mata untuk masyarakat yang mengalami keluhan pada mata akibat paparan abu. Sementara untuk gangguan pada kulit, fasilitas kesehatan telah menyiapkan salep kulit.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Di tengah pemantauan kesehatan tersebut, Budi meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kalau bisa jangan keluar, di rumah saja dulu," ujar Menkes Budi.

Jika masyarakat terpaksa harus keluar rumah, Budi mengingatkan pentingnya menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dan kacamata untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata.

Setelah kembali ke rumah, warga juga diminta segera membersihkan tubuh dengan air secara hati-hati. Abu vulkanik perlu dibersihkan secara perlahan karena terdapat kemungkinan partikel yang bersifat tajam dan dapat mengiritasi kulit.

Apabila muncul keluhan kesehatan setelah terpapar abu, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan di fasilitas kesehatan.

Budi pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi kondisi pascaerupsi. "Jangan panik, stay at home and stay healthy," kata Budi.

Topik Menarik