Gus Nabil Resmi Jadi Waketum PB IPSI, Siap Kerahkan 3 Juta Kader Demi Pencak Silat ke Olimpiade
JAKARTA, iNews.id - Gus Nabil resmi menjabat Wakil Ketua Umum PB IPSI Masa Bakti 2026-2030 dengan membawa target besar, yakni mendukung pencak silat Indonesia menembus panggung Olimpiade.
Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil menerima amanah tersebut setelah dilantik dalam kepengurusan PB IPSI di Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026).
Bagi Gus Nabil, perjuangan menuju Olimpiade tidak bisa dilakukan secara individual. Seluruh unsur pencak silat, mulai dari pengurus, perguruan, atlet, pelatih hingga pemangku kepentingan, harus bergerak dalam satu arah.
“Seluruh pengurus berada dalam satu barisan untuk menerjemahkan dan menyukseskan visi Ketua Umum PB IPSI. Amanah yang diberikan kepada masing-masing pengurus harus menjadi kekuatan kolektif untuk membawa pencak silat Indonesia semakin maju,” kata Gus Nabil seusai pelantikan di Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026).
76 Persen Fans Kompak Tolak Kartu Kuning karena Lepas Jersey, Aturan Sepak Bola Diminta Diubah
Ketua Umum PB IPSI Sugiono sebelumnya menempatkan target Olimpiade sebagai salah satu agenda utama kepengurusan. Pencak silat juga diarahkan untuk memiliki peran lebih besar dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Target utama kita jelas: membawa pencak silat menembus panggung Olimpiade dan menjadikannya bagian dari karakter generasi muda Indonesia melalui pendidikan formal,” ujar Sugiono.
Tiga Juta Kader Jadi Kekuatan
Gus Nabil membawa potensi besar untuk mendukung agenda tersebut melalui Pagar Nusa. Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, dia menyatakan kesiapan mengerahkan sekitar tiga juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dukungan itu akan diarahkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan pencak silat, termasuk pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, pendidikan karakter generasi muda, penguatan organisasi serta pengembangan pencak silat di tengah masyarakat.
“Pagar Nusa dengan sekitar tiga juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia siap mengambil bagian dan bergotong royong menyukseskan agenda PB IPSI,” katanya.
Gus Nabil juga menegaskan jaringan Pagar Nusa tidak akan digunakan untuk membawa kepentingan satu perguruan. Dukungan tersebut akan menjadi bagian dari kekuatan bersama seluruh keluarga besar pencak silat Indonesia.
“Ini bukan agenda satu perguruan, melainkan ikhtiar bersama seluruh keluarga besar pencak silat untuk membawa Indonesia semakin berprestasi dan disegani dunia,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, Gus Nabil tampil mengenakan blangkon dan sarung batik. Penampilan tersebut memperlihatkan kedekatannya dengan tradisi Nusantara yang menjadi bagian dari akar pencak silat Indonesia.
Pembinaan Harus Modern
Menurut Gus Nabil, ambisi membawa pencak silat ke Olimpiade harus disertai pembenahan di berbagai sektor. Pembinaan atlet, kualitas kompetisi, sumber daya manusia, tata kelola organisasi hingga diplomasi internasional harus berjalan beriringan.
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Pola konvensional dinilai perlu dilengkapi pendekatan modern agar daya saing atlet semakin kuat.
“Kita tidak boleh puas dengan apa yang telah dicapai. Pembinaan atlet harus semakin berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetisi harus semakin berkualitas,” ujarnya.
Momen Kedekatan Megawati Hangestri dan Jordan Wilson, Liburan Bareng Hyundai Hillstate di Pantai!
Penguatan standardisasi dan sertifikasi pelatih serta wasit-juri juga menjadi perhatian. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalisme sumber daya manusia dalam ekosistem pencak silat.
Gus Nabil turut mendorong sistem pemeringkatan atlet. Sistem tersebut diperlukan untuk mendukung proses pembinaan, seleksi dan evaluasi prestasi secara objektif serta terukur dari tingkat daerah hingga nasional.
“Profesionalisme pelatih dan wasit-juri harus diperkuat. Industri pencak silat harus mulai dibangun dengan serius,” katanya.
Menurutnya, industri pencak silat yang sehat dapat mendukung keberlanjutan kompetisi sekaligus membuka prospek ekonomi lebih baik bagi atlet, pelatih, perguruan dan pelaku usaha terkait.
Persatuan Jadi Kunci
Di tengah target membawa pencak silat menuju level dunia, Gus Nabil menilai persatuan seluruh perguruan menjadi modal penting. Perbedaan sejarah, aliran, warna dan tradisi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah keluarga besar pencak silat.
“Kita boleh berasal dari perguruan yang berbeda, memakai warna yang berbeda, dan tumbuh dari tradisi yang berbeda. Tetapi ketika Merah Putih dikibarkan, kita adalah satu: pencak silat Indonesia,” tuturnya.
Gus Nabil menyadari perjuangan menuju Olimpiade membutuhkan proses panjang. Target tersebut tidak mungkin dituntaskan oleh satu tokoh atau hanya dalam satu periode kepengurusan.
“Ini bukan pekerjaan satu ketua umum, satu kepengurusan, atau satu periode. Ini adalah kerja panjang seluruh insan pencak silat Indonesia,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi, Gus Nabil mengingatkan pencak silat harus tetap menjaga jati diri sebagai warisan budaya Indonesia. Pencak silat juga memiliki peran dalam membentuk manusia yang berani, disiplin, rendah hati dan berakhlak.
“Di dalam pencak silat ada keberanian tanpa kesombongan, kekuatan yang dikendalikan oleh akhlak, serta persaudaraan yang melampaui perbedaan perguruan dan daerah,” katanya.
Karena itu, tugas PB IPSI tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan perolehan medali. Pencak silat juga diarahkan menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda, kekuatan kebudayaan Indonesia dan instrumen diplomasi bangsa.
Gus Nabil menilai posisi sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI merupakan sarana untuk bekerja sekaligus membantu mewujudkan visi kepengurusan.
“Jabatan hanyalah alat untuk bekerja. Yang jauh lebih penting adalah apa yang dapat kita wariskan setelah masa pengabdian ini selesai,” ujarnya.
Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar IPSI Masa Bakti 2026-2030 dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.
Acara tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta perwakilan Komite Olimpiade Indonesia.
Hadir pula pimpinan dan tokoh senior perguruan historis IPSI, ketua umum perguruan besar pencak silat, serta pengurus provinsi IPSI dari 38 provinsi.










