Erdogan Akui Ada Negara yang Tak Suka Pakta Pertahanan Makkah

Erdogan Akui Ada Negara yang Tak Suka Pakta Pertahanan Makkah

Terkini | inews | Sabtu, 5 September 2026 - 07:20
share

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku ada beberapa negara yang memandang negatif Pakta Pertahanan Makkah, aliansi pertahahan baru beranggotakan negaranya, Arab Saudi, dan Pakistan.

Menurut Erdogan, ada beberapa negara yang secara diam-diam menyampaikan ketidakpuasan mereka dengan aliansi yang diteken di Kota Makkah, Arab Saudi, bulan lalu itu.

"Hanya sedikit negara yang secara terbuka menentang aliansi ini, tapi ada juga negara yang bereaksi secara diam-diam. Secara khusus, keseimbangan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membuat banyak pihak sulit untuk secara terbuka mengkritik aliansi ini," kata Erdogan, dikutip dari Sputnik, Sabtu (5/9/2026).

Dia menambahkan pertemuan komite politik dan militer strategis ketiga negara yang diadakan di Istanbul, Turki, Senin (31/8/2026), merupakan langkah penting dan konkret pertama dari perjanjian keamanan tersebut. 

Pertemuan tersebut dihadiri menteri luar negeri (menlu), menteri pertahanan (menhan), serta kepala staf umum dari ketiga negara.

Secara khusus, pembentukan dan pengoperasian penuh sekretariat bersama, yang akan menangani masalah politik dan militer, juga dibahas.

“Industri pertahanan merupakan bidang kerja sama yang penting. Selain itu, dalam kerangka kerja sama militer operasional, isu-isu teknis seperti pelatihan militer, standardisasi, dan pertukaran informasi tentang ancaman, kemampuan, dan potensi militer juga dibahas,” ujarnya.

Kedua pihak juga menetapkan waktu dan prosedur untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai.

Erdogan menegaskan kembali Pakta Pertahanan Makkah dibentuk untuk memperkuat stabilitas dan keamanan di kawasan.

Kesepakatan ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turki pada 7 Agustus. Isinya mengatur penguatan pencegahan bersama, yang berarti serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua. Perjanjian juga mempertimbangkan perluasan kerja sama militer, koordinasi, serta proyek bersama di industri pertahanan.

Topik Menarik