Sakit Leher Bisa Picu Pusing dan Kliyengan, Begini Cara Mengatasinya
JAKARTA, iNews.id - Jangan sepelekan sakit atau rasa tegang pada leher. Keluhan yang kerap dianggap akibat salah posisi tidur atau terlalu lama menatap layar ternyata bisa berkaitan dengan munculnya pusing dan kliyengan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, mengungkapkan salah satu kondisi yang berkaitan dengan keluhan tersebut adalah cervicogenic dizziness. Kondisi ini dapat terjadi ketika gangguan pada area leher memengaruhi sistem sensorik yang membantu tubuh menjaga keseimbangan.
Menurut dia, salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah otot sternocleidomastoid (SCM) yang berada di bagian depan leher. Otot tersebut memiliki reseptor yang berperan dalam memberikan informasi mengenai posisi kepala dan leher kepada otak.
Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel atau gadget dapat membuat otot leher mengalami ketegangan. Begitu juga dengan posisi kepala yang terus maju ke depan atau dikenal sebagai turtle neck.
"Mata bilang diam, leher bilang gerak, otak jadi bingung nyocokin sinyalnya, makanya kliyengan & pandangan buram," ujarnya.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidaksesuaian sinyal sensorik atau sensory mismatch. Akibatnya, seseorang bisa merasakan pusing, kliyengan hingga gangguan penglihatan seperti pandangan buram.
Jangan Asal Memijat Leher
dr Cecep membagikan teknik SCM release untuk membantu mengurangi ketegangan pada otot leher. Namun, teknik tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan.
Salah satu langkahnya adalah mencari otot seperti kabel di bagian leher ketika kepala menoleh. Sebelum memberikan tekanan, masyarakat harus memastikan area yang disentuh bukan pembuluh darah utama dengan mengecek adanya denyutan.
Jika terasa denyut jantung pada jari, tekanan harus segera dilepaskan karena bagian tersebut merupakan nadi, bukan otot. Setelah menemukan titik otot yang tepat, teknik dilakukan dengan mencubit dan menarik otot ke arah luar menggunakan tiga jari.
Selanjutnya, remas dan tahan pada titik yang terasa nyeri selama 30 hingga 60 detik tanpa menggosoknya. Teknik tersebut dapat dilakukan tiga sampai lima kali secara bergantian.
"Tempel handuk/botol hangat di leher samping, 10-15 menit sebelum tidur, biar otot lebih rileks. Kepala kebiasaan maju (Turtle Neck) bikin pusing gampang kambuh. Tarik dagu ke belakang (double chin) tiap 30 menit kerja. Hindari bantal ketinggian bikin dagu nempel dada. Pilih yang bikin leher tetep lurus sejajar tulang belakang," kata dr Cecep.
Meski demikian, masyarakat tidak disarankan langsung menyimpulkan bahwa pusing yang dialami disebabkan oleh otot leher. Cervicogenic dizziness merupakan diagnosis penyingkiran sehingga penyebab medis lainnya perlu dipastikan terlebih dahulu oleh dokter.
Teknik relaksasi tersebut juga dilarang dilakukan oleh orang yang memiliki riwayat stroke, gangguan pembekuan darah, atau benjolan di area leher.
Masyarakat juga harus segera mendapatkan pertolongan medis jika sakit leher atau pusing disertai gejala serius. Terlebih jika keluhan muncul secara mendadak dan berat.
"Kerasa denyut jantung di jari? Lepas & geser, itu nadi bukan otot. Abis nyubit malah tambah pusing/kunang-kunang? Lepas & duduk dulu. Ke IGD kalau pusing disertai pandangan dobel, bicara pelo, lemas sebelah badan, atau muncul mendadak & berat," ujarnya.









