Korban Keracunan MBG di Nganjuk Tembus 127 Siswa, Pemkab Siap Tanggung Biaya Perawatan

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Tembus 127 Siswa, Pemkab Siap Tanggung Biaya Perawatan

Nasional | inews | Jum'at, 4 September 2026 - 01:40
share

NGANJUK, iNews.id – Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi turun langsung menjenguk puluhan siswa SMAN 3 yang dirawat akibat keracunan usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis, Kamis (3/9/2026).

Hingga kini, total korban dilaporkan mencapai 127 orang, di mana 33 di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif.

Guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal, Marhaen melihat satu per satu kondisi korban yang dirawat di bangsal penanganan serta memberikan dorongan motivasi agar para siswa dapat segera pulih. 

Marhaen mengaku segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dengan pembiayaan medis seluruh korban. Kendati demikian, Pemkab Nganjuk menegaskan kesiapannya untuk menanggung seluruh biaya penanganan jika diperlukan. 

"Kami akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional mengenai pembiayaan perawatan para korban. Namun jika dibutuhkan, Pemkab Nganjuk siap menanggung seluruh biayanya," kata Marhaen.

Dia menjelaskan, keracunan massal ini melanda para siswa SMAN 3 Nganjuk setelah menyantap sajian menu MBG pada Rabu lalu.

"Sampai saat ini sudah ada 127 orang siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan. Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu adalah nasi goreng dan ayam suwir," ujar Marhaen Jumadi, Kamis (3/9/2026).

Hanya berselang sekitar dua jam setelah mengonsumsi santapan tersebut, puluhan siswa mulai merasakan gejala keluhan fisik seperti mual, pusing hebat, hingga muntah-muntah, sehingga langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Dari total 127 siswa yang sempat mendapatkan pertolongan medis, mayoritas kondisinya telah membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Saat ini, tersisa 33 siswa yang masih menjalani perawatan intensif secara tersebar di RSUD Nganjuk, Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, serta Puskesmas Nganjuk. Melihat perkembangan medis yang membaik, Bupati memperkirakan para siswa tersebut sudah bisa diperbolehkan pulang pada Jumat besok.

Topik Menarik