Penampakan Seragam Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Tampilkan Gorga dan Limar
JAKARTA, iNews.id - Seragam Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi dirilis dengan membawa kekayaan wastra Nusantara ke panggung olahraga internasional.
Kontingen Indonesia akan mengenakan apparel dengan perpaduan desain modern, kebutuhan performa olahraga, dan sentuhan tekstil tradisional. Seragam tersebut diperkenalkan pada Kamis (3/9/2026), menjelang pelaksanaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Sarinah bertindak sebagai kurator desain bersama Mills selaku Official Apparel Partner. Keduanya menggandeng desainer Ghea Panggabean melalui Ghea Fashion Studio untuk menerjemahkan kekayaan tekstil serta seni tradisional Nusantara ke dalam busana olahraga.
Kolaborasi tersebut menghasilkan apparel yang tidak hanya mengutamakan tampilan, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia. Desain seragam dibuat dengan karakter modern sekaligus mempertahankan nilai artistik dari warisan Nusantara.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyambut positif kehadiran unsur budaya dalam seragam resmi kontingen Indonesia. Dia menilai apparel memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas bangsa di kompetisi internasional.
“Apparel Tim Indonesia bukan sekadar pakaian yang dikenakan para atlet, tetapi juga representasi identitas dan kebanggaan bangsa. Kolaborasi Sarinah, Ghea Fashion Studio, dan Mills menghadirkan kekayaan wastra Nusantara dalam bentuk yang modern dan relevan dengan kebutuhan atlet. Ini menjadi simbol Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan mampu kita bawa bersama ke panggung dunia,” ujar Okto.
Okto menambahkan setiap atlet membawa cerita Indonesia ketika mengenakan apparel tersebut. Keberagaman budaya di Tanah Air diterjemahkan menjadi satu identitas dalam balutan Tim Indonesia.
“Setiap kali para atlet mengenakan apparel ini, ada cerita tentang Indonesia yang ikut mereka bawa. Dari keberagaman budaya kita, lahir satu identitas sebagai Tim Indonesia. Kami berharap seragam ini dapat menjadi pengingat di balik setiap perjuangan atlet, ada harapan dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Okto.
Gorga dan Limar Jadi Identitas Utama
Konsep apparel Tim Indonesia mengangkat narasi perjuangan atlet melalui perpaduan warisan budaya dan desain olahraga modern. Dua unsur wastra Nusantara yang menjadi sorotan utama adalah Gorga dan Limar.
Gorga merupakan seni ukir tradisional khas Toba yang dikenal memiliki makna kekuatan dan perlindungan. Elemen tersebut dibuat lebih tegas pada seragam tanding atlet sehingga menghasilkan karakter visual yang kuat.
Gorga juga menjadi simbol keberanian saat atlet menghadapi tekanan lawan. Unsur tersebut sekaligus menggambarkan keteguhan mental dan upaya menjaga harmoni spiritual ketika bertanding.
Sementara itu, motif kain Limar khas Sumatera Selatan turut digunakan untuk menyempurnakan koleksi utama. Limar menjadi perlambang kehormatan, keunggulan, dan kemuliaan.
Permainan warna serta efek gradasi pada motif Limar menggambarkan keberagaman latar belakang atlet Indonesia. Seluruh perbedaan tersebut kemudian menyatu dalam satu kontingen dan satu tujuan di bawah kibaran Merah Putih.
Seluruh konsep desain mengusung napas utama, “Ditjalin oleh Harapan. Diperkuat oleh Semangat yang Sama. Membawa Indonesia dalam Setiap Langkah.”
Direktur Utama Sarinah, Raisha Syarfuan, mengatakan pihaknya bangga kembali mendapat kesempatan mengkurasi arah visual apparel Tim Indonesia. Dia menilai kolaborasi tersebut menjadi bukti warisan budaya Nusantara dapat dikembangkan untuk kebutuhan modern.
“Sebagai pusat pengalaman budaya berbasis ritel, Sarinah bangga dapat kembali mengkurasi arah visual apparel Tim Indonesia. Kolaborasi bersama Ghea Fashion Studio dan Mills untuk Asian Games 2026 bukan sekadar menghadirkan pakaian olahraga, melainkan sebuah penegasan gaya warisan budaya Nusantara dapat terus hadir dan berdaya saing di panggung global. Kami berharap nilai-nilai Gorga dan Limar yang terpatri pada seragam ini menjadi energi tambahan bagi kontingen Indonesia dalam setiap langkahnya,” ungkap Raisha.
Peluncuran apparel tersebut juga menjadi momentum penting bagi Ghea Panggabean. Momen ini bertepatan dengan 45 tahun dedikasinya dalam merawat dan mengembangkan wastra Nusantara.
Untuk pertama kalinya, Ghea merambah dunia busana olahraga melalui rancangan seragam Tim Indonesia. Karya tersebut dia persembahkan sebagai bentuk kontribusi bagi bangsa melalui bidang yang selama ini menjadi fokusnya.
“Mendesain seragam untuk para duta olahraga bangsa adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sedangkan Limar merepresentasikan kehormatan dan keunggulan. Bersama-sama, keduanya menjadi nyawa utama yang mewujudkan semangat para atlet Tim Indonesia di arena. Fokus utama kami saat merancangnya adalah agar saat atlet kita melangkah ke arena, mereka tidak hanya merasa kuat dan percaya diri, tetapi juga bangga membawa keanggunan serta identitas Nusantara,” katanya.
Di sisi lain, CEO Mills, Tjia Kong Hou, menegaskan apparel tersebut dirancang dengan mempertimbangkan karakter desain sekaligus kebutuhan performa atlet. Dia berharap seragam itu dapat mendukung kepercayaan diri atlet saat tampil membawa Merah Putih.
“Melalui kolaborasi ini, kami menghadirkan rangkaian apparel yang memadukan karakter desain dengan kebutuhan performa para atlet, sehingga mereka dapat tampil dengan percaya diri saat membawa Merah Putih di panggung kompetisi. Kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan Tim Indonesia dan mendukung para atlet dalam memberikan kemampuan terbaiknya,” tambah Tjia.
Dengan perpaduan Gorga, Limar, dan teknologi apparel olahraga, seragam Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 membawa misi lebih besar dari sekadar identitas kontingen. Warisan budaya Nusantara ditempatkan sebagai bagian dari penampilan atlet Indonesia saat berkompetisi di panggung Asia.










