Bos Aprilia Blak-blakan Minta Anak Buahnya Belajar dari Marc Marquez

Bos Aprilia Blak-blakan Minta Anak Buahnya Belajar dari Marc Marquez

Olahraga | inews | Kamis, 3 September 2026 - 06:00
share

ARAGON, iNews.id - Aprilia harus menghadapi Marc Marquez dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Tetapi CEO Massimo Rivola justru menyebut persaingan melawan pembalap asal Spanyol itu sebagai sebuah kehormatan sekaligus kesempatan belajar.

Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 semakin panas setelah Grand Prix Aragon. Jorge Martin masih memimpin klasemen dengan membela Aprilia, tetapi Marc Marquez mulai menekan setelah meraih kemenangan ganda dalam seri tersebut.

Martin saat ini berada di puncak klasemen dengan keunggulan 19 poin atas Marquez. Sementara itu, rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, menempati posisi ketiga dan hanya berjarak 24 poin dari Martin.

Kemenangan di Aragon juga membuat Marquez mengoleksi empat kemenangan pada musim ini. Jumlah tersebut sama dengan milik Bezzecchi. Kondisi tersebut membuat persaingan tiga pembalap di papan atas semakin sulit diprediksi karena ketiganya juga sempat mengalami berbagai masalah sepanjang MotoGP 2026.

Rivola menyadari Aprilia tidak bisa mengendurkan tekanan hingga seri terakhir. Menurut dia, timnya harus terus berjuang menghadapi Marquez yang dinilai sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah MotoGP.

“Memang benar kami telah mengambil langkah yang tepat, paling tidak untuk masa depan,” ujar Rivola kepada Sky Italia.

“Namun itu belum cukup: kami di sini dan harus bertarung hingga balapan terakhir melawan lawan seperti Marquez, yang merupakan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah," kata dia.

Bagi Rivola, kesempatan bertarung langsung melawan Marquez justru menjadi motivasi besar bagi Aprilia. Dia menganggap menghadapi pembalap dengan rekam jejak seperti Marquez merupakan pengalaman berharga bagi timnya.

“Memiliki kehormatan untuk mencoba mengalahkannya adalah sesuatu yang luar biasa dan motivasi yang sangat besar. Kami tidak akan menyerah sampai akhir," ucapnya.

Massimo Rivola Jadikan Marc Marquez sebagai Pelajaran

Rivola tidak hanya memberikan pujian kepada Marquez. Dia juga mengakui ada banyak hal yang bisa dipelajari Aprilia dari cara sang pembalap menghadapi persaingan gelar dunia.

“Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Marc. Ketika dia terlihat kesulitan, dia memenangkan balapan tanpa mengambil risiko, karena dia tahu konsistensi merupakan hal paling penting dari sekarang hingga akhir tahun," tuturnya.

“Dan ketika dia membutuhkan kemenangan, karena dia tahu dirinya yang terbaik, dia melakukannya. Kami perlu belajar dari sikap tersebut," ucapnya.

Pernyataan Rivola memperlihatkan betapa seriusnya Aprilia menghadapi persaingan menuju akhir musim. Menurut dia, konsistensi menjadi faktor penting dalam perebutan gelar, bukan hanya kemampuan meraih kemenangan.

Rivola juga berusaha menjaga mental para pembalap Aprilia ketika hasil balapan tidak sesuai harapan. Dia mengingatkan Martin dan Bezzecchi agar tidak kecewa berlebihan saat hanya mampu finis di posisi ketiga, keempat, atau kelima.

“Saya sering mengatakan kepada orang-orang saya agar kami tidak boleh merajuk ketika finis keempat atau kelima—atau bahkan ketiga—karena kami tidak boleh lupa jika kami sedang menghadapi para raksasa dan pembalap yang terbiasa menang jauh lebih banyak daripada kami,” kata Rivola.

Menurut Rivola, keyakinannya terhadap Martin dan Bezzecchi sudah muncul sejak musim lalu. Dia bahkan menjadi salah satu pihak yang percaya kedua pembalap tersebut mampu menjadi juara dunia lebih cepat dari perkiraan.

“Selain itu, jika ada satu orang yang percaya Bezzecchi dan Martin bisa menjadi Juara Dunia sejak tahun lalu, itu adalah saya," ujarnya.

Rivola juga menilai keputusan Aprilia mempertahankan Martin merupakan langkah tepat. Perkembangan Bezzecchi bersama tim juga menjadi bukti lain dari kemajuan proyek Aprilia di MotoGP.

“Ini semacam bukti jika kami melakukan hal yang tepat dengan berjuang mempertahankan Martin tahun lalu, dan sangat memuaskan melihat Bezzecchi telah membangun motor yang benar-benar kompetitif bersama tim.”

Penilaian Rivola terhadap Bezzecchi juga sangat tinggi. Dia melihat pembalap tersebut memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan penilaian banyak pihak selama perjalanan kariernya.

“Dia adalah pembalap yang lebih baik daripada yang diperkirakan banyak orang sepanjang kariernya.”

Kini, Aprilia memiliki dua pembalap yang masih berada dalam persaingan papan atas klasemen MotoGP 2026. Martin memimpin, sedangkan Bezzecchi terus menempel. Di antara keduanya terdapat Marquez yang datang dengan momentum kuat setelah menyapu bersih kemenangan di Aragon.

Persaingan tiga pembalap tersebut membuat pertarungan gelar MotoGP 2026 semakin menarik. Aprilia tidak hanya berusaha mempertahankan posisi teratas melalui Martin, tetapi juga memiliki Bezzecchi sebagai ancaman lain bagi Marquez.

Bagi Rivola, tantangan terbesar bukan sekadar mengalahkan Marquez dalam satu balapan. Aprilia harus mampu menjaga konsistensi hingga seri terakhir sambil belajar dari pendekatan Marquez dalam mengelola persaingan gelar.

Dengan Martin unggul 19 poin dan Bezzecchi hanya terpaut 24 poin dari puncak, Aprilia masih memiliki dua pembalap dalam perebutan gelar. Namun, Marquez kini menjadi ancaman serius setelah hasil sempurna di Aragon.

Topik Menarik