Yusril Pastikan Kericuhan 27 Agustus Diusut, Minta Warga Jangan Terprovokasi

Yusril Pastikan Kericuhan 27 Agustus Diusut, Minta Warga Jangan Terprovokasi

Terkini | inews | Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:42
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat menahan diri dan tidak mengambil kesimpulan sepihak terkait kericuhan yang terjadi di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam.

Yusril mengatakan Polda Metro Jaya masih menyelidiki sejumlah peristiwa yang terjadi setelah aksi demonstrasi, termasuk meninggalnya seorang warga bernama Bambang dan penganiayaan terhadap pelajar kelas XII bernama Faturrohman.

"Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut," kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Menurut Yusril, aparat masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk mengetahui secara utuh pihak yang melakukan, menyuruh, maupun menggerakkan terjadinya tindakan kekerasan.

"Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas," ujarnya.

Yusril berharap penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. Jika bukti dan fakta telah diperoleh, pihak yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dia juga menegaskan aparat belum menyimpulkan keterlibatan individu, kelompok masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan tertentu dalam peristiwa tersebut.

Hal itu dinilai penting disampaikan mengingat muncul berbagai tudingan di media sosial yang mengaitkan kericuhan dengan organisasi atau kelompok tertentu.

"Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu. Karena itu, saya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi," kata Yusril.

Dia mengajak seluruh komponen masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi pascademonstrasi 27 Agustus 2026.

Yusril juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta aksi, termasuk pendemo yang datang dari Pati dan berbagai daerah lainnya, serta mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara damai.

"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap tenang. Saya berterima kasih dan mengapresiasi para pendemo yang datang dari Pati dan daerah-daerah lain, serta para mahasiswa yang telah melakukan demonstrasi secara damai," tutur Yusril.

Lebih lanjut, Yusril mengatakan insiden yang menyebabkan Bambang meninggal dunia serta penganiayaan terhadap Faturrohman terjadi setelah para pendemo meninggalkan area Gedung DPR. Saat itu, terjadi bentrokan antarkelompok warga di kawasan Pejompongan.

Oleh karena itu, Yusril meminta peristiwa tersebut tidak dijadikan alasan untuk melakukan aksi balasan ataupun tindakan kekerasan baru.

"Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan. Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum dan mari kita bersama-sama menjaga ketenangan serta ketertiban masyarakat," pungkasnya.

Topik Menarik