Ini Kata Polda Metro soal Viral Ormas Diduga Terlibat Kerusuhan Demo 27 Agustus
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya masih mendalami informasi yang beredar terkait dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam kerusuhan demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menuturkan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan informasi tersebut sesuai dengan fakta yang telah terverifikasi.
"Kalau terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman terkait, karena fakta harus terverifikasi, kami mohon waktu," ujar Budi, Sabtu (29/8/2026).
Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait kerusuhan tersebut. Menurutnya, sejumlah unggahan yang beredar mengandung disinformasi, provokasi, hingga hoaks.
"Ya, tadi kita sampaikan, satu, kita sangat prihatin ya dengan insiden yang terjadi kemarin. Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi, dan hoaks," kata dia.
Dia mencontohkan adanya sejumlah dokumentasi lama yang kembali disebarkan seolah-olah menggambarkan situasi terkini.
Salah satunya, kata Budi, unggahan mengenai kondisi masyarakat di kawasan Monas yang disebut terjadi pada pagi hari setelah kerusuhan. Padahal, foto atau video tersebut merupakan dokumentasi kegiatan Pesta Rakyat 17 Agustus.
"Mungkin kita juga mendapatkan unggahan massa pada saat pesta rakyat 17 Agustus. Itu dinaikkan di subuh hari bahwa subuh hari jam 06.00 WIB masyarakat sudah banjir di Monas, itu kan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat pesta rakyat," ucap Budi.
Sementara, Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan 45 orang sebagai tersangka terkait kerusuhan demonstrasi di Gedung DPR pada Kamis (27/8/2026).
"Dari hasil penyidikan tersebut, berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami lakukan pemeriksaan dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
Dalam penanganan kerusuhan tersebut, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam dan benda lainnya. Barang yang diamankan di antaranya golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, rantai besi, serta empat tongkat bambu.










