Pelajar Jadi Korban Penganiayaan Sekelompok OTK saat Bentrokan di Pejompongan 27 Agustus

Pelajar Jadi Korban Penganiayaan Sekelompok OTK saat Bentrokan di Pejompongan 27 Agustus

Terkini | inews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:24
share

JAKARTA, iNews.id - Seorang pelajar berusia 18 tahun bernama Faturohman menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat bentrokan antara massa dan aparat terjadi di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Akibat kejadian itu, Faturohman mengalami sejumlah luka lebam di bagian kepala, wajah, dada, dan bahu. Dia juga mengalami luka di bagian leher yang membuatnya harus mendapatkan beberapa jahitan.

Guru agama di sekolah korban, Ahmad Fahmi menuturkan, Faturohman berada di sekitar lokasi karena rumah orang tuanya berada di dalam gang yang menjadi tempat massa berlarian saat situasi memanas.

"Di dalam gang, depan rumahnya, si Fatur ini ketiban motor. Ketiban motor ada orang ngaku intel ya, orang tidak dikenal. Nah, dari dalam gang ini diseret ditarik ke sini," kata Fahmi, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, setelah ditarik keluar gang, korban kemudian mengalami pemukulan. Dia merujuk pada video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan korban berada di lokasi tersebut.

"Nah, di sinilah video yang beredar luas di media sosial di sini bagaimana kemudian dipukul, kemudian ada yang ditendangnya begini. Di bagian sininya kena pisau," tuturnya.

Fahmi mengatakan, korban juga bercerita kepadanya bahwa pakaian yang dikenakan robek akibat ditarik saat kejadian berlangsung.

"Ternyata Fatur bercerita ketika sampai di sini diseret, sampai robek ini bajunya ditarik-tarik juga karena dia yang lebam," kata dia.

Menurut keterangan yang diterimanya dari korban, Faturohman kemudian dibawa hingga ke kawasan Gedung DPR. Di lokasi tersebut, korban mengaku ditempatkan di sebuah ruangan kosong.

"Nah, menurut keterangan Fatur di gedung DPR itu ditaruh di gedung kosong, ruangan kosong dipisah-pisah. Di situ juga terjadi intimidasi, pemukulan segala macam, kemudian dipaksa buat ngaku ya. Tapi Fatur karena nggak melakukan nggak mengaku," ucap Fahmi.

Setelah sempat diamankan di Polda Metro Jaya, Faturohman akhirnya dibebaskan dan dibawa ke RSUD Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sebelumnya, bentrokan antara massa dan aparat kepolisian pecah di Jalan Pejompongan Raya usai pembubaran massa aksi di depan Gedung DPR RI. Ratusan orang diamankan dalam rangkaian kericuhan yang terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan DPR, Pejompongan hingga Slipi.

Topik Menarik