Dugaan Teror di Rumah Sopir Botok Pati, Hasil Forensik Ungkap Fakta Mengejutkan

Dugaan Teror di Rumah Sopir Botok Pati, Hasil Forensik Ungkap Fakta Mengejutkan

Nasional | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 16:20
share

PATI, iNews.id - Dugaan teror terhadap rumah warga di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah menyebut kerusakan kaca pintu rumah tidak disebabkan oleh tembakan gotri dari luar.

Rumah tersebut sebelumnya diduga menjadi sasaran aksi oleh orang tidak dikenal (OTK) setelah ditemukan kaca pintu depan dalam kondisi rusak dan sejumlah benda diduga peluru gotri di dalam rumah.

Rumah itu diketahui dihuni anak dari Sri Suryanti, istri salah satu anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang bertugas sebagai sopir Koordinator AMPB Supriyono alias Botok. Sebelumnya, Sri menemukan empat butir benda diduga gotri saat membersihkan pecahan kaca rumah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Trangkil bersama Satreskrim Polresta Pati melakukan pemeriksaan di lokasi. Tim Labfor Polda Jateng kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam.

Kasubbid Balmet Bidlabfor Polda Jateng AKBP Totok Tri Kusuma mengatakan, petugas menemukan total 51 butir gotri di sekitar lokasi, termasuk di dalam laci rumah. Namun, berdasarkan hasil analisis balistik, gotri tersebut dinyatakan tidak menyebabkan kerusakan pada kaca pintu rumah.

"Hasil pengukuran menunjukkan diameter gotri sebesar 6,39 mm, sedangkan lubang pada kaca berdiameter 4,5 mm. Sehingga gotri dipastikan tidak melewati lubang tersebut. Selain itu, keretakan kaca menunjukkan tekanan berasal dari arah dalam rumah," ujar AKBP Totok Tri Kusuma dikutip dari iNews Kendal, Jumat (28/8/2026).

Menurut hasil pemeriksaan forensik, arah tekanan yang menyebabkan kaca retak diduga berasal dari dalam rumah, bukan akibat benda yang ditembakkan dari luar.

Wakapolresta Pati AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan, pihak keluarga kini telah resmi membuat laporan kepolisian terkait kejadian tersebut. Dia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan insiden tersebut dengan aktivitas unjuk rasa AMPB di Jakarta sebelum proses penyelidikan selesai.

Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta di lapangan dan hasil pemeriksaan ilmiah. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kerusakan kaca rumah serta mengungkap seluruh fakta dalam kejadian tersebut.

Topik Menarik