Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang Tewaskan Bayi 6 Bulan, 1 Balita Terluka

Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang Tewaskan Bayi 6 Bulan, 1 Balita Terluka

Nasional | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 13:27
share

SEMARANG, iNews.id - Kebakaran rumah terjadi di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, yang diduga dipicu kebocoran gas elpiji disertai ledakan di bagian dapur. Dua balita menjadi korban, satu di antaranya berusia 6 bulan meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit akibat luka bakar.

Informasi dirangkum, kebakaran terjadi pada Kamis (27/8/2026) pukul 11.30 WIB. Tiga penghuni rumah menjadi korban dan langsung dilarikan ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban diketahui berinisial N, seorang asisten rumah tangga (ART) berusia sekitar 50 tahun, serta dua anak yakni AM (4) dan bayi AN yang masih berusia 6 bulan. Akibat kejadian tersebut, ketiga korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Bayi meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi aman, melakukan pengecekan awal, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, khususnya korban yang membutuhkan pertolongan,” ujar Kompol Hengky dikutip Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan keterangan awal saksi, sebelum kebakaran terjadi terdengar suara ledakan kecil dari dalam rumah. Tidak lama kemudian, saksi melihat asap keluar dari bagian belakang rumah dan mencium bau asap yang cukup kuat. Warga sekitar kemudian berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran dan kepolisian.

Saat kejadian, ketiga korban diketahui berada di dalam rumah. Sementara kedua orang tua anak sedang bekerja.

Tiga korban kemudian dievakuasi warga ke RS Hermina Banyumanik. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami luka bakar hingga sekitar 70 persen.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Semarang diterjunkan ke lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 11.30 WIB dan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 12.15 WIB. Setelah api padam, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul.

Dari pemeriksaan awal, titik api diduga berasal dari bagian belakang rumah. Polisi masih menyelidiki untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Kami tidak ingin menyimpulkan terlalu dini. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa kondisi di lokasi untuk mengetahui secara pasti bagaimana kebakaran tersebut terjadi,” katanya.

Seusai kejadian, personel Polsek Banyumanik melakukan pengamanan lokasi dan mendata korban maupun saksi. Polisi juga memastikan kondisi para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kompol Hengky mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berasal dari instalasi listrik, kompor, maupun peralatan rumah tangga.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kabel, stop kontak, sambungan listrik, dan peralatan elektronik. Jangan menggunakan kabel atau peralatan yang sudah rusak. Ketika meninggalkan rumah, pastikan kompor, peralatan listrik, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman,” ucapnya.

Topik Menarik