Penyebab Banjir Bandang Dahsyat di Nepal, Gempa Picu Runtuhnya Danau Es di Gunung

Penyebab Banjir Bandang Dahsyat di Nepal, Gempa Picu Runtuhnya Danau Es di Gunung

Terkini | inews | Kamis, 27 Agustus 2026 - 01:38
share

KATHMANDU, iNews.id - Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah Nepal dekat perbatasan dengan wilayah otonomi Tibet, China, Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut dipicu gempa bumi yang mengguncang kawasan perbatasan dan diduga menyebabkan longsoran salju hingga memicu runtuhnya danau glasial di wilayah Tibet.

Dahsyatnya banjir membuat sedikitnya 97 orang tewas, sementara 384 orang lainnya dilaporkan hilang. Mereka terdiri atas warga lokal dan sejumlah turis asing yang berada di wilayah terdampak.

Menteri Luar Negeri Nepal Sishir Khanal mengatakan gempa bumi yang terjadi di kawasan perbatasan Nepal-China memicu longsoran salju. Material longsoran tersebut kemudian menyebabkan danau glasial di Tibet, China, runtuh, sehingga air dalam jumlah besar mengalir deras ke wilayah Nepal dan memicu banjir bandang.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa bermagnitudo 4,4 mengguncang Sesa Kodari di Nepal, yang berbatasan dengan Tibet, pada pukul 08.37 waktu setempat.

Gelombang air bah dari pegunungan menerjang permukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai. Sejumlah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan bertingkat tersapu arus dalam waktu singkat. Jembatan besi juga dilaporkan hanyut diterjang derasnya air.

Banjir tersebut turut memicu tanah longsor dan menghantam sejumlah fasilitas penting. Pejabat Nepal memperkirakan sedikitnya 19 jembatan hanyut, jalan sepanjang sekitar 40 kilometer rusak, serta 13 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terdampak.

Sekitar 200 truk juga dilaporkan hanyut terbawa arus. Kerusakan luas terjadi di Distrik Rasuwa, Dhading, dan Chitwan.

"Akibat banjir tersebut, sejumlah besar proyek PLTA, kantor pemerintah, dan fasilitas jalan hancur total," kata Khanal.

Tim penyelamat sejauh ini telah mengevakuasi 97 jenazah dan menyelamatkan 54 orang dari wilayah yang terdampak bencana.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena sejumlah personel keamanan Nepal turut menjadi korban. Khanal mengatakan pejabat, tentara, dan polisi termasuk di antara orang-orang yang hilang setelah banjir menghanyutkan barak mereka.

Bencana ini juga berdampak pada wisatawan asing. Dewan Pariwisata Nepal menyatakan pihak berwenang masih berupaya memverifikasi keberadaan dan kondisi para turis serta pelancong yang berada di atau sedang melintasi wilayah terdampak.

Turis asing yang dilaporkan hilang berasal dari India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Sementara itu, kewarganegaraan sejumlah korban lainnya masih belum diketahui.

Kantor berita Yonhap, mengutip Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, melaporkan delapan warga Korea Selatan belum diketahui keberadaannya. Sebanyak 10 warga Korea Selatan lainnya dilaporkan terjebak akibat banjir.

Besarnya dampak bencana membuat operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan. Tim gabungan dikerahkan untuk mencari ratusan orang yang masih hilang sekaligus mengevakuasi warga dari kawasan yang terisolasi akibat kerusakan jalan dan jembatan.

Topik Menarik