Kasus Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Polda Jatim Dalami Dugaan Manipulasi Manifes

Kasus Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Polda Jatim Dalami Dugaan Manipulasi Manifes

Nasional | inews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:22
share

SURABAYA, iNews.id – Penyelidikan kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, masih terus bergulir. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur menduga ada ketimpangan serta perbedaan data pada manifes penumpang maupun muatan barang kapal tersebut. 

Dugaan selisih data ini menguat setelah penyidik Ditpolairud mendapatkan keterangan yang berubah-ubah dari para saksi yang diperiksa di lapangan. 

Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa puluhan saksi untuk mendalami penyebab pasti kebakaran serta mencocokkan data manifes resmi dari pengelola kapal dengan fakta di lapangan.

"Sampai saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 22 saksi terkait insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II," ujar Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Rabu (26/8/2026).

Pihak Ditpolairud Polda Jatim masih enggan membeberkan secara rinci selisih angka manifes yang diperoleh dari hasil pemeriksaan para saksi. Tim penyidik terus melakukan sinkronisasi data guna memastikan jumlah pasti penumpang dan barang yang diangkut saat kapal berlayar. 

Perbedaan data manifes menjadi fokus krusial penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran oleh pihak operator kapal. 

Ditpolairud Polda Jatim memastikan proses hukum akan terus berjalan secara transparan dan berjanji menyampaikan hasil penyidikan akhir ke publik setelah seluruh keterangan saksi serta bukti-bukti pendukung dinyatakan lengkap.

Sebelumnya, KM Mutiara Sentoas III mengalami kebakaran pada Minggu (2/8/2026) di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur. Peristiwa terjadi saat KM Mutiara Sentosa 2 berlayar melayani rute Surabaya-Makassar dengan mengangkut sebanyak 180 penumpang dan 47 awak kapal (ABK).  

Berdasarkan data awal Pos SAR Sumenep, kobaran api diduga kuat berasal dari area tempat penyimpanan muatan barang di bagian bawah kapal.

Topik Menarik