Iran Tepis Diajak Gabung Pakta Pertahanan Makkah, Ini Faktanya
TEHERAN, iNews.id - Iran menepis laporan media massa Al Mayadeen yang menyebut pemerintah mendapat undangan untuk bergabung dalam Pakta Pertahanan Makkah, aliansi beranggotakan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menegaskan Iran belum mendapat undangan secara resmi. Meski demikian, pihaknya telah menerima proposal untuk berdialog dengan tiga negara anggota, membahas berbagai isu keamanan regional.
"Kami belum mendapat undangan resmi, namun proposal telah diajukan untuk dialog dengan negara-negara tersebut mengenai masalah yang berkaitan dengan keamanan bersama di kawasan," kata Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran, Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan terpisah, Baghaei menegaskan Iran tidak punya alasan untuk menuduh pakta pertahanan tersebut dibentuk untuk melawan negaranya. Seperti diketahui, konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel turut melibatkan negara Teluk karena keberadaan pangkalan-pangkalan militer AS di sana.
Iran membalas serangan AS dengan menargetkan pangkalan militer tersebut, bahkan kapal tanker dan kilang minyak.
Para pejabat Turki sebelumnya juga menegaskan bahwa Pakta Pertahanan Makkah tak ditujukan untuk melawan Iran.
Al Mayadeen pada Minggu (23/8/2026), mengutip pernyataan Mahdi Rahimi, kepala kantor berita parlemen Iran, melaporkan pemerintah Iran telah mendapat undangan untuk bergabung dengan pakta pertahanan.
"Proposal tersebut saat ini sedang ditinjau oleh pimpinan Iran," kata Rahimi.
Dia menambahkan, pembentukan "payung keamanan regional," yang telah lama diupayakan Iran, akan menjadi kemenangan bagi negara itu.










