Anak Muda Sering Takut Memulai, Ini Bekal untuk Berani Melangkah!

Anak Muda Sering Takut Memulai, Ini Bekal untuk Berani Melangkah!

Teknologi | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:21
share

JAKARTA, iNews.id – Rasa takut gagal, khawatir salah, atau merasa belum cukup siap kerap membuat anak muda menunda langkah pertama. Padahal, keberanian untuk mencoba sebelum merasa benar-benar siap justru menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dilatih sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Presiden International Global Network (IGN) Muhammad Fahrizal dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-22 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 21–24 Agustus 2026.

Menurut Fahrizal, Model United Nations (MUN) tidak semata-mata menjadi ajang bagi pelajar untuk berdebat atau mengejar penghargaan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk melatih berbagai keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi model united nation (MUN). (Foto: Istimewa)

"MUN bukan hanya tentang mewakili suatu negara, menulis resolusi, memperdebatkan isu-isu global, atau memenangkan penghargaan. MUN adalah tempat di mana kalian berlatih berbagai keterampilan yang akan dibutuhkan dalam kehidupan nyata," ujar Fahrizal dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).

Dia kemudian menyebut sejumlah kemampuan yang menurutnya penting bagi anak muda. Salah satunya adalah keberanian untuk berbicara di depan orang lain.

Namun, keberanian tersebut tidak berdiri sendiri. Anak muda juga perlu memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan, kemampuan menyampaikan ketidaksetujuan tanpa merendahkan orang lain, serta kemauan untuk mencoba meski belum merasa sepenuhnya siap.

"Keterampilan pertama adalah keberanian untuk berbicara. Keterampilan kedua adalah kerendahan hati untuk mendengarkan. Keterampilan ketiga adalah belajar bagaimana untuk tidak setuju tanpa saling merendahkan. Keterampilan keempat adalah kemauan untuk mencoba sebelum kalian merasa benar-benar siap," katanya.

Pesan tentang keberanian mencoba ini menjadi relevan bagi anak muda yang sedang berada dalam fase menentukan pilihan pendidikan, karier, maupun pengembangan diri.

Menurut Fahrizal, proses belajar tidak selalu harus dimulai ketika seseorang sudah merasa memiliki seluruh kemampuan yang dibutuhkan. Justru melalui proses mencoba, seseorang dapat menemukan kekurangan, belajar dari kesalahan, dan mengembangkan kemampuan baru.

"Keterampilan hidup yang kalian latih di sini akan terus kalian bawa dalam perjalanan hidup kalian. Itulah nilai sesungguhnya dari MUN," ujarnya.

Anak Muda Dihadapkan Dunia yang Terus Berubah

Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini juga semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga derasnya arus informasi membuat kemampuan akademik saja tidak selalu cukup.

Director General of Higher Education, Department of Higher Education, Ministry of Higher Education Malaysia, YBhg. Datuk Professor Dr. Azlinda binti Azman, mengatakan generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan dan membangun komunikasi dengan orang lain.

Menurutnya, diplomasi tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang nantinya bekerja sebagai diplomat. Kemampuan memahami perspektif berbeda, membangun kepercayaan, dan menemukan titik temu juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Diplomasi adalah keterampilan yang kita semua butuhkan. Diplomasi penting untuk menghadapi ketidakpastian, memahami perbedaan, membangun kepercayaan, dan menemukan titik temu," kata Azlinda.

Dia juga memberikan tiga pesan kepada para peserta, yakni mencari kebenaran di tengah maraknya misinformasi dan perkembangan kecerdasan buatan, memilih dialog daripada perpecahan, serta mengubah diskusi menjadi tindakan.

"Tema AYIMUN ke-22 sangat relevan dengan dunia yang kita jalani saat ini. AYIMUN menyediakan platform bagi generasi muda untuk terhubung melintasi batas negara, mengenal berbagai perspektif, memperoleh pengetahuan, membangun empati, dan yang paling penting, belajar untuk mendengarkan serta mengusulkan solusi bersama orang lain," ujarnya.

Anak Muda Belajar Memimpin Lewat Pengalaman

Sementara itu, Speaker of the Dewan Rakyat Malaysia YB Tan Sri Dato’ Dr. Johari bin Abdul melihat para delegasi AYIMUN bukan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai calon pemimpin masa depan.

Dia menyebut ada tiga hal yang perlu dimiliki seseorang untuk menjadi pemimpin, yakni impian besar, keberanian, dan pengetahuan.

"Orang-orang seperti saya adalah pemimpin dari kemarin. Kalian adalah pemimpin masa depan. Dan jika kalian ingin menjadi seorang pemimpin, ada tiga hal yang harus kalian miliki, yaitu impian besar, keberanian, dan pengetahuan," ujar Johari.

Topik Menarik