Karhutla Meluas di 4 Provinsi, BNPB Ungkap Lahan Terbakar Capai 27 Ha

Karhutla Meluas di 4 Provinsi, BNPB Ungkap Lahan Terbakar Capai 27 Ha

Terkini | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:49
share

JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia dari Senin (24/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026) pukul 07.00 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 27,1 hektare (ha) lahan terdampak karhutla di empat provinsi dalam periode tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan laporan karhutla datang dari Banten, Sulawesi Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sulawesi Selatan.

“Kejadian karhutla pertama dilaporkan terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu (23/8). Berdasarkan pendataan, peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektare,” ujarnya melalui keterangannya Selasa (25/8/2026).

BPBD Kabupaten Pandeglang mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran. Hingga Senin (24/8/2026) api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman.

Karhutla kemudian terjadi pada Senin (24/8/2026) di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kebakaran berdampak pada lahan sekitar 2 ha.

“BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung melakukan asesmen di lokasi. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), Polsek Ampana Tete, Koramil, Camat Ampana Tete, dan Kepala Desa Balanggala. Api berhasil dipadamkan pada Senin (24/8),” tuturnya.

Pada hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi pukul 11.32 WIB di Jalan Pantai Tambak, Dusun Garumedang, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.

Kebakaran berdampak pada lahan seluas lebih dari 5,1 ha. TRC Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur langsung menuju lokasi dengan empat personel yang dilengkapi alat pelindung diri, sarana dan prasarana pemadaman karhutla, serta kendaraan Unit Dalmas.

“BPBD bersama tim gabungan melakukan upaya pemadaman dan pendinginan lahan, serta memantau dan memastikan keamanan wilayah sekitar. Api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif,” jelasnya.

Karhutla juga melanda Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Senin (24/8/2026).

Kebakaran terjadi di Lingkungan 2 Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa, dan Desa Lainungeng. Total lahan terdampak mencapai 14 ha, terdiri atas 3 ha di Kelurahan Batu Lappa dan 11 ha di Desa Lainungeng.

BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang melakukan peninjauan dan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Upaya pemadaman dilakukan bersama Tim Damkar. Hingga Senin (24/8), api di Kelurahan Batu Lappa telah berhasil dipadamkan, sementara di Desa Lainungeng masih terdapat beberapa titik api yang terus ditangani,” paparnya.

Selain karhutla, BNPB melaporkan banjir di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin (24/8) pukul 09.00 WITA.

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang membuat sungai meluap dan menggenangi permukiman warga. Wilayah terdampak meliputi Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk, dan Desa Kasimbar Selatan.

“Sebanyak 115 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Dampak materiil meliputi satu unit fasilitas peribadatan, dua unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum, serta empat hektare area perkebunan yang terdampak. BPBD Kabupaten Parigi Moutong berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen serta kaji cepat di lokasi. Penanganan dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat. Kondisi banjir belum surut dan pemantauan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” katanya.

Topik Menarik