2 Polisi Dipukuli Saat Amankan Karnaval di Blora, 3 Orang Jadi Tersangka
BLORA, iNews.id - Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah, berubah ricuh setelah sejumlah peserta terlibat keributan. Dua anggota Polres Blora yang berusaha melerai justru menjadi korban pemukulan.
Kericuhan terjadi pada Sabtu (22/8/2026) dan terekam dalam video amatir berdurasi sekitar 1,5 menit. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat terlibat saling dorong di tengah berlangsungnya karnaval. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pemukulan.
Dua polisi yang tengah bertugas mengamankan jalannya karnaval langsung berusaha menghentikan keributan. Namun, upaya tersebut justru membuat keduanya ikut menjadi sasaran massa.
Salah satu polisi bahkan sempat kehilangan kesadaran. Dia terluka pada bagian pelipis dan hidung sebelum mendapat perawatan di Puskesmas Rowobungkul.
Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
"Peristiwa tersebut benar terjadi. Kami akan memproses kasus ini sampai tuntas," ujar AKBP Inggal, Senin (24/8/2026) dikutip dari iNews Boyolali.
Hasil penyelidikan sementara, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemukulan tersebut.
Dia menegaskan, proses hukum tetap berjalan meski kericuhan terjadi saat masyarakat mengikuti kegiatan peringatan kemerdekaan. Polisi juga memastikan perkara tersebut tidak akan diselesaikan melalui perdamaian.
"Tidak ada kata damai. Anggota kami saat itu sedang melaksanakan tugas di lapangan," ucapnya.
Polisi masih mendalami rangkaian kericuhan dan peran masing-masing tersangka. Penyidikan dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.










