Puluhan Mahasiswa Demo di PN Jaksel, Tuntut Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak
MADRID, iNews.id - Marc Marquez kembali mendapat sorotan setelah legenda MotoGP Jorge Lorenzo mengungkap sisi lain dari pembalap Ducati Lenovo tersebut. Menurut Lorenzo, Marquez memiliki kepribadian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, tetapi menunjukkan karakter berbeda ketika sudah berada di atas motor.
Marquez merupakan salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP dan masih berusaha mengejar posisi lebih tinggi pada musim 2026.
Namun, perjalanan Marquez musim ini belum sepenuhnya sesuai harapan. Setelah 12 seri, dia masih berada di posisi keempat klasemen dengan koleksi 200 poin.
Lorenzo menilai posisi tersebut tidak menggambarkan ambisi Marquez. Menurut mantan pembalap Yamaha dan Ducati tersebut, Marquez memiliki dorongan sangat besar untuk meraih kemenangan dan tidak mudah menerima hasil di luar posisi teratas.
Karakter tersebut membuat Marquez berani mengambil risiko ketika berada di lintasan. Dia terus mencari celah untuk memperbaiki posisi dan bersaing di barisan depan meski kondisi motor tidak selalu memberikan keuntungan maksimal.
"Sebagai pribadi, dia adalah pria yang sangat normal, sangat rendah hati, tetapi di lintasan dia adalah seorang pembunuh (tampil luar biasa di lintasan), tetapi seperti saya, seperti Pedrosa, seperti Stoner, dan seperti Rossi, dia bahkan lebih dari sekadar pembunuh," kata Jorge Lorenzo dilansir dari Motosan, Senin (24/8/2026).
Ambisi Besar Marc Marquez
Lorenzo menilai mentalitas Marquez tidak mudah berubah hanya karena performa motor atau situasi balapan. Ketika peluang menang masih terbuka, pembalap Ducati Lenovo itu disebut akan terus berusaha mendapatkan hasil terbaik.
"Jika motornya tidak berkinerja baik di lintasan itu, dia tetap ingin mengalahkan Anda. Dia tidak akan menerima posisi kedua atau ketiga," sambungnya.
Menurut Lorenzo, ambisi tersebut menjadi salah satu alasan Marquez mampu mengumpulkan begitu banyak prestasi sepanjang karier. Keinginan untuk terus menang membuat Marquez tidak cepat puas meski sudah mengoleksi banyak gelar dunia.
Namun, mentalitas agresif tersebut juga memiliki konsekuensi. Upaya untuk selalu berada di depan membuat Marquez terkadang mengambil risiko besar ketika bertarung dengan pembalap lain.
"Di satu sisi, dia telah memenangkan begitu banyak karena ambisi yang tak terbatas dan keinginan yang terus-menerus untuk menang, tetapi itu juga mengakibatkan banyak kecelakaan," ucapnya.
Penilaian Lorenzo memperlihatkan dua sisi Marquez yang berbeda. Di luar lintasan, dia disebut sebagai pribadi normal dan rendah hati. Namun, ketika balapan berlangsung, ambisinya untuk menang membuat dia tampil jauh lebih agresif.
Karakter tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Marquez di MotoGP. Tujuh gelar yang sudah diraih menjadi bukti keberhasilan pembalap Spanyol tersebut dalam mempertahankan level kompetitifnya di kelas premier.
Pada musim 2026, Marquez masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya. Setelah 12 seri, dia mengoleksi 200 poin dan berada di peringkat keempat klasemen.
Seri berikutnya akan berlangsung di MotorLand Aragon, Spanyol, pada 28-30 Agustus 2026. Balapan tersebut menjadi kesempatan bagi Marquez untuk memangkas jarak dan membuktikan kembali karakter kompetitif yang disoroti Lorenzo.
Dengan ambisi yang disebut tidak terbatas, Marquez dipastikan masih memiliki target besar di sisa musim. Bagi Lorenzo, keinginan untuk terus menang itulah yang membuat Marquez berbeda dari banyak pembalap lain.










