Iran Gandakan Produksi Senjata, Siapkan Rudal Lebih Canggih jika Perang dengan AS-Israel Pecah Lagi
TEHERAN, iNews.id – Iran mengaku telah menyiapkan senjata yang lebih canggih jika perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali pecah.
Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebi, mengatakan kemampuan persenjataan Iran kini berbeda dibandingkan sebelumnya. Hal itu merupakan hasil evaluasi dari perang terbaru dengan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Menurutnya, Iran kini lebih memahami sistem pertahanan yang dimiliki lawan sehingga dapat meningkatkan kemampuan persenjataannya.
"Jika perang kembali pecah, senjata yang kami gunakan pasti akan berbeda, baik dari segi pembangkitan hulu ledak, presisi, jangkauan rudal, atau parameter lain," kata Mohebi, dikutip dari kantor berita Defa Press.
Mohebi menegaskan, Iran terus mengembangkan seluruh kemampuan militernya. Pengembangan tersebut mencakup produksi proyektil yang lebih presisi dan destruktif serta pemanfaatan teknologi yang lebih maju.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan perang ekonomi terhadap Iran, bukan operasi militer.
Trump mengatakan Iran akan menghadapi isolasi ekonomi, termasuk di sektor keuangan dan perdagangan, dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dia juga menyerukan negara-negara sekutu AS untuk ikut menerapkan tekanan terhadap Iran.
Iran mengklaim telah menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam setahun terakhir. Peningkatan produksi tersebut dilakukan ketika ketegangan dengan Amerika Serikat dan ancaman konflik baru terus membayangi kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik mengatakan, lonjakan produksi terjadi sejak dimulainya apa yang disebut Iran sebagai Perang Dua Belas Hari.
"Dalam waktu satu tahun, sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari, yaitu dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini, produksi senjata pertahanan dan peralatannya berlipat ganda," kata Talaei-Nik, seperti dikutip Tasnim News Agency, Sabtu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak hanya berupaya menambah persediaan persenjataan, tetapi juga memperkuat kemampuan industri militernya agar mampu menopang kebutuhan pertahanan secara mandiri.
Langkah itu sejalan dengan pernyataan Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Ahmad Vahidi. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus ofensifnya.
Menurut Vahidi, perluasan industri pertahanan dalam negeri menjadi bagian penting dari strategi Iran menghadapi ancaman eksternal.
Ia menilai musuh-musuh Iran tidak akan menghentikan tekanan terhadap negaranya. Karena itu, kesiapan militer dan pengembangan kemampuan pertahanan harus terus dipertahankan.










