Profil Aisha Wahab, Politisi Muslimah Keturunan Afghanistan Rebut Kursi DPR AS
JAKARTA, iNews.id - Aisha Wahab mencetak sejarah baru dalam politik Amerika Serikat (AS). Politisi Demokrat keturunan Afghanistan itu memenangkan pemilihan khusus untuk kursi DPR AS dari Distrik Kongres ke-14 California, sekaligus menjadi warga keturunan Afghanistan pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.
Wahab meraih sekitar 53,1 persen suara, mengalahkan sesama kandidat Demokrat Melissa Hernandez yang memperoleh 46,9 persen. Kemenangan tersebut menjadi sorotan karena Hernandez mendapat dukungan finansial besar dari kelompok-kelompok yang terkait dengan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), salah satu organisasi lobi pro-Israel yang berpengaruh di Washington.
Kemenangan Wahab sekaligus memperlihatkan pertarungan sengit di internal Partai Demokrat terkait isu Israel-Palestina. Sejumlah kelompok pro-Israel menggelontorkan jutaan dolar untuk mendukung Hernandez dan menyerang Wahab melalui iklan kampanye. Reuters melaporkan United Democracy Project, super PAC yang terkait dengan AIPAC, menghabiskan hampir 2,5 juta dolar untuk membantu Hernandez.
Siapa Aisha Wahab?
Aisha Wahab merupakan senator negara bagian California dari Partai Demokrat. Sebelum terpilih ke Kongres, dia telah mencatat sejarah sebagai perempuan Muslim dan warga keturunan Afghanistan pertama yang terpilih ke lembaga legislatif California.
Perjalanan hidup Wahab tidak mudah. Dia kehilangan orang tuanya ketika masih muda dan kemudian tumbuh dalam sistem pengasuhan anak (foster care) sebelum akhirnya diadopsi oleh sebuah keluarga di Fremont, California. Latar belakang tersebut turut membentuk perhatian politiknya terhadap kelompok masyarakat yang terpinggirkan.
Di California, Wahab dikenal sebagai politisi progresif yang mengusung sejumlah isu sosial dan ekonomi, termasuk keterjangkauan perumahan, kesempatan kerja, pendidikan, serta perlindungan bagi masyarakat rentan.
Dia juga pernah mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan melarang diskriminasi berdasarkan kasta di California. Rancangan tersebut kemudian diveto Gubernur Gavin Newsom pada 2023.
Sikap Tegas soal Palestina
Prabowo Resmi Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri di Istana, 4 Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa
Wahab juga dikenal karena sikapnya yang kritis terhadap kebijakan AS terkait Israel dan Palestina. Dalam sebuah wawancara, dia menyebut serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza sebagai genosida.
Sikap tersebut membuat posisi Wahab berbeda dengan lawannya, Hernandez. Dalam kampanye pemilihan khusus tersebut, isu Israel-Palestina menjadi salah satu bagian dari perbedaan politik kedua kandidat.
Kelompok yang terafiliasi dengan AIPAC kemudian mengeluarkan dana besar untuk mendukung Hernandez sekaligus menjalankan kampanye negatif terhadap Wahab. The Guardian melaporkan super PAC yang terkait dengan AIPAC telah menggelontorkan lebih dari 5 juta dolar untuk menentang Wahab sebelum pemungutan suara.
Menang di Tengah Serangan Iklan
Meski menghadapi gelombang belanja politik dari kelompok luar, Wahab akhirnya mampu mempertahankan keunggulannya hingga pemilihan khusus berakhir.
Kemenangan tersebut membuatnya menjadi perempuan Muslim pertama? Tidak—Wahab sudah menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih ke legislatif California. Di tingkat federal, pencapaian terbesarnya adalah menjadi orang keturunan Afghanistan pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.
Impian Rodri Berseragam Real Madrid Terancam Sirna Usai Diblokir Florentino Perez, Kok Bisa?
Setelah kemenangan tersebut, Wahab menegaskan bahwa dirinya ingin fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat di distrik yang diwakilinya. Dia juga menyoroti besarnya dana dari kelompok luar yang digunakan untuk memengaruhi persaingan tersebut.
Baru Menjabat hingga Januari
Kemenangan Wahab dalam pemilihan khusus ini belum otomatis memberinya masa jabatan penuh dua tahun. Dia akan mengisi sisa masa jabatan kursi yang sebelumnya ditempati Eric Swalwell hingga Januari.
Wahab dan Hernandez juga dijadwalkan kembali berhadapan dalam pemilihan November 2026 untuk memperebutkan masa jabatan penuh selama dua tahun. Dengan demikian, pertarungan keduanya belum benar-benar berakhir.
Namun, kemenangan pertama Wahab sudah memiliki makna historis. Dari seorang anak yang pernah berada dalam sistem foster care hingga menjadi senator negara bagian dan kini anggota Kongres, perjalanan Aisha Wahab menjadi salah satu kisah politik paling menonjol dalam pemilu khusus California tahun ini.
Kemenangannya juga menjadi simbol menguatnya suara progresif dan Muslim-Amerika dalam politik AS, terutama di tengah perdebatan tajam mengenai kebijakan Washington terhadap Israel dan Palestina.








