Menkes Ungkap Banyak Korban Gempa NTT Alami Patah Tulang, Operasi Sudah Bisa Dikerjakan!

Menkes Ungkap Banyak Korban Gempa NTT Alami Patah Tulang, Operasi Sudah Bisa Dikerjakan!

Terkini | inews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 11:53
share

MANGGARAI, iNews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa banyak korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan maupun material di sekitar lokasi bencana.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap dokter spesialis ortopedi menjadi salah satu perhatian dalam penanganan korban gempa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mendatangkan dokter ortopedi dan tenaga medis lainnya untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan operasi.

"Memang cukup banyak sekali kecelakaan akibat gempa, patah-patah di mana-mana. Nanti memang membutuhkan dokter-dokter ortopedi cukup banyak," kata Budi saat meninjau lokasi terdampak gempa di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut Menkes Budi, sejumlah dokter spesialis telah datang ke lokasi untuk membantu penanganan korban. Tim tersebut termasuk dokter ortopedi dan dokter anestesi yang disiapkan untuk mendukung tindakan operasi.

Kehadiran para dokter spesialis tersebut menjadi penting mengingat sejumlah korban mengalami cedera yang membutuhkan penanganan segera, khususnya patah tulang yang berisiko menyebabkan kecacatan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu korban yang ditemui Budi adalah Yosef, anak berusia 12 tahun yang mengalami patah tulang paha bagian atas setelah tertimpa reruntuhan rumah tetangganya.

Menkes Budi mengatakan, kondisi Yosef membutuhkan operasi agar fungsi kakinya dapat dipertahankan.

"Saya bersama Yosef, usia 12 tahun. Dia ini kerubuhan rumah dari tetangganya, sehingga kakinya patah di bagian atas. Kalau nggak dioperasi, nanti semuanya akan cacat," ujar Budi.

Yosef diketahui gemar bermain sepak bola dan memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola. Karena itu, tindakan operasi diperlukan agar cedera yang dialaminya tidak mengganggu fungsi kaki secara permanen.

Dokter Spesialis Didatangkan ke Lokasi

Untuk memperkuat penanganan korban, Kemenkes bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk mengirimkan dokter dan tenaga medis ke wilayah terdampak. Menkes Budi menyebut terdapat dokter ortopedi dan anestesi yang telah berada di lokasi dan siap melakukan tindakan medis terhadap korban.

"Beruntung sekali teman-teman dari rumah sakit sudah datang. Dan ini ada ortopedinya. Ada anestesi senior banget juga, masih semangat untuk datang ke sini," tuturnya.

Menkes Budi juga menyebut dukungan tenaga medis berasal dari sejumlah rumah sakit, termasuk tim dari luar daerah yang datang untuk membantu penanganan korban gempa.

Operasi Bisa Dilakukan di RS Lapangan

Selain mendatangkan dokter spesialis, Kemenkes menyiapkan rumah sakit lapangan untuk mendukung penanganan korban yang membutuhkan tindakan operasi.

Menkes mengatakan rumah sakit yang berada di wilayah terdampak mengalami kerusakan sehingga tidak aman digunakan secara optimal.

"Karena di sini rumah sakit terdampak adalah rumah sakit terbaik. Jadi nggak aman untuk digunakan. Kami bangun rumah sakit lapangan," ujar Budi.

Rumah sakit lapangan tersebut disiapkan agar dokter spesialis yang sudah berada di lokasi dapat melakukan operasi terhadap korban tanpa harus membawa pasien keluar dari wilayah terdampak.

"Sehingga dokter-dokter ini bisa melakukan operasinya di sana," kata Budi.

Dengan adanya dukungan dokter spesialis dan fasilitas rumah sakit lapangan, korban gempa yang mengalami patah tulang kini dapat memperoleh penanganan operasi di tengah situasi pascabencana.

Topik Menarik