RS Lapangan Mulai Beroperasi, Jadi Harapan untuk Korban Gempa NTT

RS Lapangan Mulai Beroperasi, Jadi Harapan untuk Korban Gempa NTT

Terkini | inews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 12:17
share

MANGGARAI, iNews.id - Harapan baru muncul bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah Sakit (RS) Lapangan yang didirikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, kini mulai beroperasi untuk memastikan korban bencana tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Fasilitas kesehatan darurat tersebut menjadi penting setelah gempa berdampak terhadap sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Dengan beroperasinya RS Lapangan, penanganan medis bagi masyarakat terdampak dapat terus dilakukan, termasuk tindakan operasi.

Operasi perdana bahkan telah dilakukan terhadap seorang anak berusia 11 tahun yang mengalami patah tulang paha akibat gempa. Tindakan berupa pemasangan pen dilakukan pada Rabu (19/8/2026) oleh dokter spesialis ortopedi dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Basuki.

"Hari ini kami baru selesai operasi pemasangan pen di paha seorang anak usia 11 tahun yang patah akibat gempa di kamar operasi Rumah Sakit Lapangan Ruteng yang dimiliki oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan," kata dr. Basuki, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut dr. Basuki, keberadaan RS Lapangan sangat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada korban gempa. Terlebih, sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya mengalami dampak sehingga tidak seluruhnya dapat digunakan.

“Fasilitas ini sangat membantu untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk operasi ketika rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan yang lain terdampak gempa ataupun tidak dapat digunakan,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas darurat ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan selama proses pemulihan pascabencana. Pasien yang membutuhkan penanganan medis tidak harus menunggu seluruh fasilitas kesehatan permanen kembali berfungsi.

Dokter Basuki juga berharap pasien anak yang telah menjalani operasi tersebut dapat segera pulih dan kembali melakukan aktivitas yang disukainya.

“Semoga adik ini nanti bisa sehat kembali dan bisa menjadi pelari ulung karena dia adalah seorang anak yang suka berlari,” tuturnya.

RS Lapangan di Ruteng Dibangun dalam Kondisi Sulit

Di balik beroperasinya RS Lapangan tersebut, terdapat perjuangan tim kesehatan yang bekerja cepat untuk menyiapkan fasilitas medis darurat.

Ketua Tim EMT Komposit Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Ruteng Kabupaten Manggarai, dr. Franky Rumondor, mengatakan RS Lapangan dibangun selama hampir 30 jam.

Pembangunan dilakukan oleh 13 personel di tengah kondisi cuaca dingin hingga dini hari.

“Kami membangun rumah sakit lapangan itu selama kurang lebih hampir 30 jam dini hari dengan kondisi cuaca yang dingin dan dengan 13 personel yang membangun rumah sakit lapangan ini,” kata dr. Franky.

Kerja keras tersebut akhirnya membuat RS Lapangan dapat segera digunakan. Operasi perdana yang dilakukan pun menjadi salah satu tanda bahwa fasilitas tersebut telah berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan korban gempa.

“Hari ini kami bersyukur telah berlangsung operasi pertama di rumah sakit lapangan yang berada di Stadion Golo Dukal di Kabupaten Manggarai. Dan 13 orang ini adalah orang-orang yang hebat,” ujarnya.

Dokter Franky menegaskan pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari respons cepat Kemenkes untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

“Mereka adalah orang-orang yang luar biasa yang dikirimkan oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan untuk membantu masyarakat, saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai,” pungkasnya.

Dengan mulai beroperasinya RS Lapangan di Ruteng, akses pelayanan kesehatan bagi korban gempa diharapkan tetap terjaga. Fasilitas tersebut menjadi salah satu tumpuan untuk memberikan perawatan dan tindakan medis selama fasilitas kesehatan permanen masih dalam proses pemulihan.

Topik Menarik