Sarwendah Ngamuk hingga Marah-Marah saat Mediasi Bareng Ruben Onsu? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id – Kabar Sarwendah mengamuk hingga marah-marah di ruang mediasi gugatan hak asuh anak dengan Ruben Onsu tengah menjadi sorotan. Namun, Sarwendah memberikan bantahan dan menyebut sejumlah informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dalam proses mediasi.
Perseteruan tersebut terjadi saat proses mediasi gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026). Bagaimana informasi selengkapnya? Simak berita artikel ini.
Sarwendah Dituduh Ngamuk dan Marah-Marah saat Mediasi
Kabar mengenai Sarwendah yang disebut emosional mencuat setelah kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, memberikan penjelasan mengenai suasana di ruang mediasi.
Menurut Minola, perdebatan terjadi setelah dirinya menyampaikan pendapat terkait persoalan hukum dalam perkara tersebut. Saat itu, Sarwendah disebut bangkit dan menunjuk ke arahnya.
"Secara mendadak S bangkit gitu lho misalnya, langsung tuding-tuding saya misalnya gitu kan, ‘Bapak!’ gitu," ujar Minola, belum lama ini.
Minola kemudian meminta Sarwendah untuk tenang dan menghormati kesempatan masing-masing pihak untuk berbicara di hadapan mediator.
"Kita harus belajar untuk mendengar juga. Jangan hanya ingin didengar, tapi tidak belajar mendengar," kata Minola.
Namun, versi tersebut dibantah Sarwendah. Seperti apa bantahan Sarwendah atas tuduhan itu?
Sarwendah Membantah Tuduhan Minola Sebayang
Melalui Instagram Story, Sarwendah menegaskan dirinya tidak mengamuk, menunjuk-nunjuk kuasa hukum Ruben, maupun berdiri untuk membuat keributan seperti narasi yang beredar.
"Pernyataan kuasa hukum penggugat dan pemberitaan bahwa saya marah-marah, menunjuk, hingga berdiri adalah tidak benar," tulis Sarwendah, Kamis (20/8/2026).
Sarwendah menjelaskan, dirinya memang memberikan respons saat mendengar pernyataan dari pihak Ruben yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta, terutama menyangkut anak-anak.
"Yang terjadi adalah saya merespons pernyataan pihak penggugat yang tidak sesuai fakta, khususnya mengenai anak-anak," lanjutnya.
Sarwendah bahkan mengungkapkan versi berbeda mengenai suasana di dalam ruang mediasi. Ia menyebut salah satu anggota tim pengacara Ruben justru berbicara dengan nada tinggi kepadanya.
"Justru dalam proses tersebut, salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentak saya dengan nada tinggi," tegas Sarwendah.
Menurut dia, sebagai seorang ibu, dirinya merasa wajar memberikan respons ketika informasi mengenai anak-anaknya dinilai keliru disampaikan dalam proses mediasi.
"Sebagai seorang ibu, wajar jika saya tidak bisa tinggal diam ketika fakta tentang anak-anak disampaikan secara keliru di hadapan mediator," sambungnya.










