Gempa M7,7 NTT, DPR Nilai Penanganan Bencana Sudah Maksimal
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menilai penanganan bencana pascagempa Magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih penting daripada penetapan status bencana nasional. Menurutnya, pemerintah telah melakukan penanganan secara maksimal terhadap masyarakat terdampak.
Pernyataan tersebut disampaikan Saan merespons tuntutan agar gempa NTT ditetapkan sebagai bencana nasional. Dia menyebut pemerintah dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah menetapkan status darurat bencana untuk menangani dampak gempa.
"Sekarang pemerintah kan sudah nanganin dengan tanpa dinyatakan sebagai bencana nasional juga pemerintah sudah maksimal di sana. Saya lihat sudah sudah maksimal ya. Yang penting kan yang penting kan soal penanganannya ya bukan statusnya," kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Saan mengatakan, pemerintah telah mengerahkan berbagai fasilitas untuk menangani korban gempa. Salah satunya dengan mendirikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Viral! 2 Wanita Ribut di KRL Dipicu Isu Perselingkuhan, Diturunkan Petugas di Stasiun Bekasi Timur
"Pemerintah membuat rumah sakit lapangan dan ini tuh sudah bekerja secara maksimal juga," katanya.
Selain fasilitas kesehatan, bantuan untuk masyarakat terdampak juga terus berdatangan. Saan menyebut sejumlah wilayah terdampak mulai kembali mendapatkan akses informasi dan aliran listrik.
"Tinggal kita nanti pantau lagi dan DPR pasti akan rapat koordinasi lagi nanti dengan apa kementerian-kementerian dan lembaga terkait plus nanti DPR juga akan mengirimkan bantuan sesuai dengan apa yang dibutuhkan baik oleh pemerintah kabupaten masing-masing yang memang terkena dampak di NTT," tutur Saan.
Diketahui, sebanyak 70 orang tewas akibat gempa tersebut. Data tersebut merupakan laporan dari Basarnas per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo mengatakan, total korban yang telah terdata mencapai 202 orang. Dari jumlah tersebut, 70 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.
“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB telah kami kompulir (himpun) total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang, yang kami catat. Kemudian luka berat 40, luka ringan 92,” ujar Yudhi secara virtual, Selasa (18/8/2026).









