Tampang 3 Tersangka Pengeroyok Kapolsek dan Danramil Cicalengka, Begini Nasib Mereka
BANDUNG, iNews.id - Polisi menetapkan tiga tersangka pengeroyokan terhadap Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul. Ketiganya ditangkap usai aksi pengeroyokan yang terjadi saat karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (17/8/2026).
Aksi pengeroyokan tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah terekam kamera warga. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang terlibat keributan hingga melakukan penyerangan saat kegiatan perayaan kemerdekaan berlangsung.
Wakasat Reskrim Polresta Bandung AKP Asep Ahmad Nuron mengatakan, anggota Satreskrim Polresta Bandung bergerak melakukan penyelidikan usai aksi penyerangan terhadap pejabat tersebut. Sebanyak empat orang kemudian diamankan setelah kejadian untuk menjalani pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan, tiga orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Kapolsek serta Danramil Cicalengka. Ketiganya berinisial R, Y dan I.
"Ada empat orang kami amankan, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, para tersangka ditangkap 6 jam setelah kejadian. Mereka dijerat pasal penganiayaan terhadap pejabat yang sedang menjalankan tugas. Ancaman hukuman yang menanti para tersangka maksimal 5 tahun penjara.
Selain itu, Polresta Bandung masih mendalami insiden tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian pengeroyokan yang terjadi saat karnaval HUT ke-81 RI tersebut.
Informasi yang dihimpun iNews, pengeroyokan bermula dari keributan antara sejumlah orang dengan peserta lain dalam rangkaian kegiatan karnaval. Situasi kemudian memanas hingga membuat Kapolsek dan Danramil Cicalengka turun tangan.
Keduanya yang mengenakan seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap berusaha melerai keributan agar situasi kembali kondusif. Namun, upaya tersebut justru berujung penyerangan.
Kapolsek dan Danramil Cicalengka yang tengah bertugas malah menjadi sasaran kekerasan dari sejumlah orang yang diduga terlibat dalam keributan.
"Di depan kantor kecamatan Cicalengka terjadi pengeroyokan, kekerasan, menyerang pejabat yang sedang bertugas. Dengan korban di antaranya, Pak Kapolsek, Pak Danramil Cicalengka dan warga sipil," ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, Kapolsek dan Danramil awalnya hanya berupaya menghentikan keributan yang terjadi di tengah kegiatan karnaval.
"Saat Kapolsek dan Danramil yang bertugas mengamankan, melerai keributan di karnaval, namun justru Pak Kapolsek dan Pak Danramil yang memakai seragam PDU diserang dan dipukul," katanya.
Akibat pengeroyokan tersebut, Kapolsek dan Danramil Cicalengka mengalami luka di bagian wajah. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan medis setelah menjadi korban penganiayaan.
Polisi menduga aksi kekerasan dilakukan oleh para pelaku dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Sebelum menyerang petugas, para pelaku terlibat cekcok dengan peserta lain saat konvoi karnaval berlangsung.









