Tragedi Jambore di Mamasa, Siswi SD Tewas Hanyut di Sungai Panitia Minta Maaf
MAMASA, iNews.id - Tragedi terjadi dalam kegiatan perkemahan Jambore Kwartir Ranting Messawa di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Seorang siswi sekolah dasar (SD) Arsyaifa Sawqia yang menjadi peseta jambore hanyut di sungai saat mengikuti kegiatan tersebut dan ditemukan meninggal dunia.
Musibah ini kemudian menjadi perhatian keluarga dan masyarakat. Setelah kejadian, panitia Jambore Kwartir Ranting Messawa mendatangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan permintaan maaf.
Arsyaifa Sawqia merupakan warga Dusun Kumpulan, Desa Panetean, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa. Bocah sekolah dasar (SD tersebut mengikuti kegiatan Jambore Kwartir Ranting Messawa di Kecamatan Messawa sebelum mengalami musibah, Jumat (14/8/2026).
Peristiwa hanyut tersebut terjadi saat kegiatan jambore berlangsung. Arsyaifa menjadi korban dalam musibah yang terjadi di tengah rangkaian kegiatan tersebut.
Kabar duka kemudian sampai kepada keluarga korban di Dusun Kumpulan, Desa Panetean, Kecamatan Aralle. Kepergian Arsyaifa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Setelah proses penanganan korban, panitia bersama sejumlah pihak kemudian berupaya menemui keluarga Arsyaifa untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus permintaan maaf.
Pada Minggu (16/8/2026) malam, panitia Jambore Kwartir Ranting Messawa mendatangi rumah keluarga almarhumah Arsyaifa Sawqia.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mamasa H Sudirman, Wakil Ketua DPRD Mamasa Arwin Rahman Tona, Camat Aralle Rahmat, Kapolsek Aralle IPTU Nasruddin dan Kepala Desa Panetean Fikal.
Sejumlah perwakilan guru dari Kecamatan Messawa yang terlibat sebagai panitia kegiatan juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Perwakilan panitia menyampaikan penyesalan atas musibah yang terjadi. Mereka juga meminta keluarga korban menerima permohonan maaf atas kejadian tersebut.
"Kami sebenarnya ingin lebih banyak yang datang melayat, namun terkendala suatu hal. Kami berharap keluarga di Aralle menerima permohonan maaf kami," ujar perwakilan panitia dikutip dari iNews Mamuju Senin (17/8/2026).
Wakil Ketua DPRD Mamasa Arwin Rahman Tona yang mewakili keluarga korban mengatakan pihak keluarga menerima permintaan maaf dari panitia.
"Kami sekeluarga menerima permintaan maaf dari panitia. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua," ucapnya.
Arwin juga mengimbau masyarakat tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang belum jelas mengenai musibah tersebut melalui media sosial.
Menurutnya, masyarakat diharapkan tetap menjaga suasana agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan kekeluargaan.
Wakil Bupati Mamasa H Sudirman mengapresiasi langkah panitia yang datang langsung menemui keluarga korban. Menurutnya, sikap saling memaafkan diperlukan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Mamasa beserta keluarga Kwartir Ranting Cabang Messawa mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almh. Arsyaifa diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat yang paling mulia," kata Wabup.
Pertemuan antara panitia dan keluarga korban berlangsung sekitar 2 jam. Kedua pihak kemudian sepakat menerima dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.










