Erdogan: Uni Eropa Rugi Tolak Turki Gabung

Erdogan: Uni Eropa Rugi Tolak Turki Gabung

Terkini | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:56
share

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan keanggotaan Uni Eropa (UE) bukan lagi menjadi prioritas bagi negaranya. Erdogan bahkan menyindir, justru Uni Eropa yang mengalami kerugian jika terus menolak Turki bergabung dengan blok tersebut.

"Eropa tampaknya tidak ingin Turki bergabung dengan Uni Eropa. Ini bukan prioritas bagi Ankara, sementara Eropa yang dirugikan jika Turki tidak menjadi anggota Uni Eropa," kata Erdogan, kepada Al Jazeera, dikutip Minggu (16/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Dewan Uni Eropa menyetujui dokumen strategis yang membahas sejumlah ancaman dan tantangan keamanan kawasan, termasuk Turki, kemungkinan pencaplokan Siprus, serta situasi keamanan di sekitarnya.

Dokumen berjudul Pemahaman Bersama-Ancaman dan Tantangan yang Kita Hadapi: Penilaian Lingkungan Strategis Uni Eropa itu disetujui pada Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah Turki langsung merespons dokumen tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menilai isinya bias dan tidak adil terhadap Ankara.

Pemerintahan Erdogan juga menilai dokumen tersebut menunjukkan Uni Eropa tidak memiliki visi untuk membangun masa depan bersama dengan Turki.

Hubungan Turki dan Uni Eropa sejak lama menghadapi persoalan. Ankara memperoleh status sebagai negara kandidat anggota blok kawasan tersebut pada 1999. Enam tahun kemudian, pada 2005, negosiasi keanggotaan resmi dimulai.

Namun, proses tersebut praktis mengalami kebuntuan. Sejumlah persoalan menjadi penghambat, mulai dari perbedaan pandangan mengenai supremasi hukum, persoalan Siprus, hingga ketegangan terkait hubungan dan aktivitas Turki di kawasan Mediterania Timur.

Perselisihan politik lainnya juga membuat proses aksesi Turki semakin sulit. Akibatnya, setelah lebih dari 2 dekade berstatus kandidat, Turki belum juga menjadi anggota Uni Eropa.

Topik Menarik