Pelatih Singapura dan Thailand Cekcok usai Semifinal Leg 1 Piala AFF 2026, Ada Apa?

Pelatih Singapura dan Thailand Cekcok usai Semifinal Leg 1 Piala AFF 2026, Ada Apa?

Olahraga | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:34
share

SINGAPURA, iNews.id - Thailand mengalahkan Singapura 3-1 pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Tetapi kemenangan tersebut diwarnai ketegangan antara pelatih Anthony Hudson dan Gavin Lee seusai pertandingan.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jalan Besar pada Sabtu (15/8/2026) malam itu tidak hanya menyajikan duel sengit di atas lapangan. Perselisihan antarpelatih bahkan terjadi beberapa menit setelah wasit meniup peluit panjang.

Menurut laporan media Thailand, Hudson terlihat terlibat perdebatan dengan Gavin Lee sesaat setelah laga berakhir. Situasi berlangsung cukup panas hingga staf pelatih dan pemain dari kedua tim ikut mendekat untuk meredakan ketegangan.

Media Singapura, TMS Goal, melaporkan situasi kemudian menarik perhatian Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS), Desmond Ong. Dia disebut langsung masuk ke lapangan ketika ketegangan meningkat.

Rekaman video memperlihatkan pejabat tersebut terlibat konfrontasi setelah Hudson dinilai bertindak agresif ke arah area staf pelatih Singapura. Namun, perselisihan itu akhirnya tidak berkembang menjadi insiden lebih besar.

Setelah perdebatan mereda, Hudson dan Gavin Lee tetap berjabat tangan sebelum meninggalkan lapangan. Ketegangan tersebut menjadi penutup panas pertandingan semifinal yang sejak awal berlangsung dengan intensitas tinggi.

Thailand Unggul, Singapura Masih Punya Harapan

Di tengah kontroversi seusai laga, Thailand tampil sangat efektif. Tim Gajah Perang justru mampu mencetak tiga gol meski hanya menguasai 28 persen bola.

Thailand melepaskan 13 tembakan sepanjang pertandingan dengan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang. Efektivitas tersebut menjadi pembeda utama saat menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar.

Teerasak Poeiphimai tampil menonjol pada babak pertama. Penyerang Thailand itu membuka keunggulan pada menit ke-14 setelah memanfaatkan kesalahan Singapura sebelum menuntaskan peluang dengan baik.

Hanya 12 menit berselang, Teerasak kembali mencatatkan namanya di papan skor. Dia berada di posisi tepat untuk menyambut bola dari jarak dekat melalui sundulan dan membawa Thailand unggul 2-0.

Thailand semakin menjauh pada awal babak kedua. Patrik Gustavsson melakukan penetrasi lalu mengirim umpan silang akurat kepada Seksan Ratree. Umpan tersebut diselesaikan dengan tembakan satu sentuhan untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Singapura sebenarnya memperoleh peluang memperkecil ketertinggalan melalui penalti pada menit ke-35. Namun, Shawal Anuar gagal menaklukkan kiper Thailand, Kampol Pathomakkakul.

Tuan rumah baru mampu mencetak gol pada menit ke-84. Ilhan Fandi memanfaatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 sekaligus memberikan sedikit harapan bagi Singapura menjelang leg kedua.

Gavin Lee mengakui timnya kesulitan mengantisipasi serangan balik Thailand. Pelatih berusia 35 tahun itu menilai Singapura sendiri menempatkan diri dalam situasi sulit saat menghadapi efektivitas lawan.

"Thailand selalu memiliki pemain berkualitas. Ketika kita menciptakan peluang, mereka akan menghukum kita," kata Gavin Lee.

Meski harus mengejar defisit dua gol, Gavin Lee masih melihat peluang bagi Singapura. Dia menilai dukungan suporter dan kemampuan skuadnya dapat menjadi modal untuk membalikkan keadaan.

"Kami telah memperkecil selisih menjadi satu gol, dan dengan skuad saat ini, segalanya mungkin," ujarnya.

Di sisi lain, Anthony Hudson memuji organisasi pertahanan dan penyelesaian akhir para pemain Thailand. Pelatih asal Inggris itu bahkan menilai timnya masih memiliki peluang untuk mencetak gol lebih banyak.

“Kami sebenarnya bisa mencetak satu atau dua gol lagi. Tetapi di semifinal dan final, yang terpenting adalah memenangkan pertandingan.”

Thailand kini membawa keunggulan 3-1 ke Bangkok. Leg kedua semifinal Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di Stadion Rajamangala pada 18 Agustus.

Tugas Singapura tidak mudah. Sejak Piala AFF menggunakan format gugur dua leg, hanya sedikit tim yang mampu bangkit setelah kalah dengan selisih dua gol pada pertandingan pertama. Bahkan, belum pernah ada tim yang berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol pada leg pertama.

Meski demikian, Singapura memiliki catatan positif saat menghadapi Thailand. Mereka pernah mengalahkan Thailand di final Piala AFF pada 2007 dan 2012. Rekor tersebut menjadi salah satu alasan Singapura masih memiliki alasan untuk percaya diri sebelum menjalani leg kedua di Bangkok.

Topik Menarik