2 Laga dalam 7 Hari! Persib Hadapi Situasi Sulit di Bali, Tak Bisa Geber Latihan

2 Laga dalam 7 Hari! Persib Hadapi Situasi Sulit di Bali, Tak Bisa Geber Latihan

Olahraga | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 10:00
share

BANDUNG, iNews.id - Persib Bandung harus mengerem intensitas latihan fisik selama pemusatan latihan di Bali karena dua pertandingan uji tanding sudah menanti dalam rentang hanya tujuh hari. Kondisi tersebut membuat tim pelatih Maung Bandung harus menjaga keseimbangan antara peningkatan kondisi pemain dan kebutuhan pertandingan.

Persib menjalani training camp di Bali sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim mendatang. Pada Kamis (13/8/2026), para pemain memulai aktivitas latihan di pusat kebugaran Bali United Training Center.

Pelatih fisik Persib, Karlo Reinholz, memberikan materi yang memadukan latihan kekuatan tubuh bagian bawah dengan gerakan spesifik sepak bola. Program tersebut juga menjadi bagian dari pengenalan pola latihan selama training camp.

"Kami mengombinasikan antara kekuatan tubuh bagian bawah dan pergerakan spesifik sepakbola. Kami menargetkan beberapa kualitas fisik yang disertai dengan pengenalan program training camp. Ini menciptakan stimulan yang positif," jelas Reinhold dikutip dari laman resmi Persib.

Setelah menjalani latihan di pusat kebugaran selama sekitar 20 menit, para pemain Persib kemudian berpindah ke lapangan untuk melanjutkan program bersama pelatih kepala Igor Tolic. Namun, Berguinho tidak mengikuti sesi lapangan dan tetap berada di gym untuk menjalani pemulihan cedera bersama fisioterapis Geraldo Santos.

Dua Pertandingan dalam Tujuh Hari

Persib tidak bisa memberikan porsi latihan fisik secara berlebihan karena agenda pertandingan sudah semakin dekat. Maung Bandung akan menjalani dua pertandingan uji tanding dalam waktu tujuh hari.

Persib dijadwalkan menghadapi Sabah FC pada 15 Agustus 2026. Tiga hari kemudian, giliran Bali United yang menjadi lawan pada 18 Agustus 2026. Kedua pertandingan tersebut berlangsung dalam turnamen persahabatan bertajuk Dewata Challenge Series 2026.

Situasi ini membuat tim pelatih harus menyusun program secara lebih terukur. Persib tetap perlu mempertahankan ritme latihan yang sudah terbentuk dalam beberapa pekan terakhir, tetapi peningkatan kondisi fisik tidak boleh mengganggu kesiapan pemain untuk bertanding.

Reinholz menilai keseimbangan antara latihan dan pertandingan menjadi faktor penting dalam periode persiapan Persib. Setiap program harus disesuaikan dengan kebutuhan tim agar pemain tetap berada dalam kondisi optimal saat memasuki pertandingan.

"Fokus utama kami kini adalah untuk meneruskan ritme yang sudah terbentuk di beberapa pekan terakhir, mengoptimalkan performa fisik, menjaga kebutuhan pertandingan dan secara bertahap meningkatkan performa sepakbola secara keseluruhan," tukas pelatih pemegang lisensi pelatih fisik A UEFA dan pelatih B UEFA itu.

Dengan dua pertandingan yang sudah menunggu, Persib kini tidak hanya mengejar peningkatan fisik. Skuad Maung Bandung juga perlu menjaga kebugaran agar mampu menjalani dua laga dalam waktu berdekatan tanpa mengganggu proses persiapan menuju musim baru.

Program training camp di Bali pun menjadi kesempatan bagi Persib untuk menguji hasil latihan dalam situasi pertandingan. Duel kontra Sabah FC dan Bali United akan menjadi bagian penting dari proses evaluasi tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

Topik Menarik