Guardiola Hilang dari Film Dokumenter Mourinho, Penyebabnya Bocor ke Publik
LONDON, iNews.id - Jose Mourinho dan Pep Guardiola kembali menjadi sorotan setelah terungkap alasan sang pelatih Manchester City tidak muncul dalam dokumenter Netflix tentang Mourinho.
Serial dokumenter bertajuk "Mourinho" resmi dirilis Netflix pada Selasa dan terdiri dari tiga episode. Film tersebut mengulas perjalanan panjang Mourinho sebagai salah satu pelatih paling terkenal sekaligus kontroversial dalam sepak bola dunia.
Produksi dokumenter itu berlangsung selama dua tahun dengan akses khusus terhadap kehidupan dan perjalanan karier Mourinho. Sejumlah nama besar turut memberikan wawancara, mulai dari Sir Alex Ferguson, Eden Hazard, John Terry, Zlatan Ibrahimovic, Didier Drogba, Frank Lampard, Javier Zanetti hingga Luis Figo.
Mantan kiper Real Madrid, Iker Casillas, juga menjadi salah satu narasumber dalam film tersebut. Padahal, hubungan Casillas dan Mourinho sempat memanas setelah Mourinho menduga sang penjaga gawang membocorkan informasi kepada media.
Namun, ada satu nama besar yang tidak muncul dalam dokumenter tersebut, yakni Guardiola. Padahal, pelatih asal Spanyol itu merupakan salah satu rival terbesar Mourinho sepanjang karier kepelatihannya.
Guardiola Bersedia Bicara, tapi Punya Satu Syarat
Absennya Guardiola ternyata bukan karena tim produksi dokumenter tidak menghubunginya. Sutradara Joel Pearlman mengungkap timnya sempat mengajak Guardiola ikut memberikan wawancara.
Guardiola bahkan disebut bersedia tampil. Namun, pelatih asal Catalunya itu mengajukan syarat khusus sebelum bersedia berbicara mengenai Mourinho.
"Kami memang mencoba mendapatkan Pep Guardiola. Kami menghubunginya dan dia berkata, 'Tentu saja saya akan melakukan ini, tetapi Jose harus meminta saya'. Jadi, Anda bisa membayangkan bagaimana akhirnya," kata Pearlman dikutip dari Sport Bible.
Permintaan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak Mourinho. Namun, menurut Pearlman, Mourinho tidak memenuhi permintaan Guardiola. Alhasil, wawancara yang diharapkan dapat mempertemukan dua sosok rival tersebut batal dilakukan.
"Dan itu mengatakan segalanya tentang kedua karakter tersebut. Permintaan itu disampaikan, tetapi tidak akan terjadi," ujarnya.
Hubungan Mourinho dan Guardiola memang memiliki sejarah panjang. Keduanya sudah saling mengenal sejak Guardiola masih menjadi pemain Barcelona, sementara Mourinho bekerja sebagai penerjemah di klub asal Catalunya tersebut.
Persaingan mereka kemudian berkembang menjadi salah satu rivalitas paling menarik dalam sepak bola modern. Mourinho dan Guardiola berhadapan ketika Mourinho menangani Real Madrid dan Guardiola melatih Barcelona, sebelum kembali bersinggungan di Premier League saat Mourinho memimpin Manchester United dan Guardiola menjadi nakhoda Manchester City.
Menariknya, Guardiola sebelumnya juga pernah menyinggung absennya Mourinho dalam proyek penghormatan terhadap dirinya. Menjelang pertandingan ke-1.000 Guardiola sebagai pelatih, Sky Sports membuat video kompilasi berisi pesan dari sejumlah pelatih yang pernah menjadi lawannya.
Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Sam Allardyce, Tony Pulis dan Neil Warnock ikut memberikan pesan. Roy Hodgson bahkan disebut sampai belajar merekam serta mengirim video melalui telepon.
Team KSEI Sabet Piala Bergilir, AEI Golf Tournament 2026 Sukses Pererat Sinergi Pemimpin Pasar Modal
Jurgen Klopp juga disebut langsung bersedia memberikan pesan setelah diminta. Namun, Mourinho tidak masuk dalam video tersebut. Menurut laporan Jack Gaughan dari Daily Mail, Sky Sports sebenarnya sudah menghubungi Mourinho, tetapi sang pelatih memilih tidak mengirimkan pesan.
Guardiola kemudian menyadari Mourinho tidak ada dalam video tersebut dan bertanya kepada tim produksi Sky Sports, "Kalian tidak meminta Jose, kan?" Padahal, pihak Sky sudah meminta Mourinho berpartisipasi.
Dokumenter Netflix tersebut dibuat oleh tim yang sebelumnya menggarap "Beckham". Proses pengambilan gambar dimulai setelah Mourinho meninggalkan AS Roma dan kemudian mengikuti perjalanan kariernya bersama Fenerbahce, Benfica hingga kembali menangani Real Madrid untuk periode keduanya.










